Keren, Sidang Munaqasah Skripsi Mahasiswa STIDAR Gelombang II Ditempatkan Diruang VIP

Terbit: 6 Juli 2022 | 21:06 WIB

Sumenep (Maduraexpose.com)- Sidang munaqasah skripsi Mahasiswa gelombang II Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Raudlatul Iman digelar hari ini di Hall Ibrahimy Gadu Barat Ganding Sumenep, Rabu 06 Juli 2022.

Lailul Ilham,MA, salah satu penguji dalam siding Munaqasah gelombang II STIDAR itu menjalskan, bahwa peserta yang mengikuti ketentuan jadwal hari ini diikuti oleh 5 peserta.

“Tiga peserta berasal dari Prodi PMI dan dua sisanya dari Prodi BKI. Kebijakan pelaksanaan muqasah secara bertahap (gelombang) dimaksudkan untuk mengakomodir seluruh mahasiswa akhir yang sedang melakukan penelitian atau penulisan tugas akhir,” ujarnya kepada Redaksi Maduraexpose.com, Rabu.

Dosen STIDAR yang dikenal vocal dan santun ini menambahkan keterangannya, bahwa pada gelombang pertama sidang Munaqosah Skripsi diikuti oleh sebagian besar mahasiswa yang masih dalam proses penelitian.

“Pada gelombang pertama, mayoritas mahasiswa telah mengikuti sidang dan sebagian lain masih dalam proses penelitian,” imbuh Lailul Ilham dengan senyum khasnya.

Disinggung soal munculnya kebijakan pembagian sidang yang dibuat bertahap, Ilham bilang, kondisinya merupakan landasan LP3M sebagai pihak pembuat kebijakan yang berkaitan dengan situasi tersebut.

“Sehingga muncul kebijakan pelaksanaan sidang skripsi secara bertahap dan tahapan tersebut hanya sampai gelombang III. Jika telah dibuka gelombang III namun masih ada mahasiswa yang tidak dapat mengikuti dengan berbagai kendala dan alasan. Maka akan mengikuti sidang pada tahun berikutnya,”imbuhnya.

Pantauan Maduraexpose.com dilokasi, proses sidang skripsi Mahasiswa STIDAR gelombang II difokuskan di dua ruang VIP secara terpisah. Ruang VIP I diikuti oleh 3 peserta yang diuji oleh Bapak Jamalul Muttaqin, M.A., Bapak M. Toyu, M.A., dan Bapak Lailul Ilham, M.A.

Kemudian di ruang VIP II diikuti oleh 2 peserta dan diuji oleh Bapak Junaidi, M.M., M.Pd.I., Bapak Ainul Yaqin, M.Si., dan Ibu Nurul Ghamamah, M.Pd.

Proses sidang berjalan lancar dan aktif, mungkin karena peserta memiliki banyak referensi dan data. Sebab peserta memiliki durasi penelitian yang lebih luas/lama dibanding peserta sidang pada gelombang pertama.[*]

Editor: Ferry Arbania

MADURA EXPOSE

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Mimpi Buruk ‘Paman Sam’ di Tanah Persia: Mengapa Iran Sulit Ditaklukkan?

Terbit: 8 April 2026 | 04:00 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menyeret nama Iran ke pusaran spekulasi militer global. Di tengah “jurus mabuk” kebijakan luar…

Jari Netanyahu dan Nalar Sundar Pichai: Mengapa Algoritma Tak Bisa Dibodohi Narasi Receh?

Terbit: 20 Maret 2026 | 10:04 WIB Oleh: Redaksi Madura Expose Strategic PENGANTAR: DRAMA JARI VS LOGIKA DATA Dunia maya sedang gempar dengan hal-hal trivial. Media-media nasional bertransformasi menjadi “detektif…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *