
Sampang. Madura Expose
Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang, menggelar pertemuan dengan Kepala Bulog Sub Divre XII Madura, Kepala Gudang Bulog Sampang, serta perwakilan dari Dinsosnakertrans dan tim pemantau beras untuk rakyat miskin (Raskin), terkait adanya temuan kualitas raskin yang dinilai kurang layak untuk dikonsumsi.
Dari pantauan di lapangan pertemuan tersebut berlangsung secara tertutup.
Ketua Komisi IV DPRD Sampang Amin Arif Tirtana menerangkan, selain membahas tentang adanya kualitas raskin yang kurang layak untuk dikonsumsi, pihaknya juga menyoroti adanya temuan dugaan pengurangan jatah beras.
” Hampir rata semua tidak 15 kilogram rata-rata 14 Kg, bahkan ada yang 13 Kg per saknya kalau seperti itu berarti ada pengurangan di perjalanan, maka pihak Bulog harus mencari tahu, kalau secara kualitas memang diakui jelek,” ujarnya saat berbincang dengan MaduraExpose.com, Rabu 10 Juni 2015.
Amin mengungkapkan, sebenarnya persoalan itu sudah terjadi sejak tahun-tahun sebelumnya, oleh karena itu pihaknya meminta kepada Pemerintah Daerah melalui Dinsosnakertrans agar bersikap tegas untuk tidak mendistribusikan raskin yang kurang layak konsumsi.
Menyikapi persoalan tersebut, Kepala Bulog Sub Divre XII Madura Slamet Kurniawan berjanji akan menggantinya dengan beras yang baru, dan terkait adanya dugaan pengurangan jatah beras, pihaknya akan mencari tahu bersama tim pemantau.
” Beras yang jelek itu nanti kita ambil dan diganti dengan yang baru, dan kita mengecek hanya 10 persen, enggak mungkin kita cek semua, tenaga kita terbatas,” ucapnya.
Sementara itu, Kabid Sosial Dinsosnakertrans setempat Syamsul Hidayat menambahkan, untuk kualitas beras memang kurang layak. Ia mengklaim kalau Dinsosnakertrans sudah mengirimkan surat kepada Bulog untuk tidak tidak mendistribusikannya.
” Ya kita berharap dapat beras yang baiklah,” tuturnya.
Sebelumnya, sejumlah Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSM) di Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Kota, mengeluhkan kualitas raskin yang kurang layak dikonsumsi.
(ron/fer)





![Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776667033/upacara-17an-kodim-0827-sumenep-april-2026_wuyqj7.jpg)
![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)