Kepala Sub Divre XII Madura, Akui‎ Raskin Tak Layak Konsumsi

0
812
Pegawai Bulog Sub Divre XII Madura memperlihatkan kualitas raskin (Foto: Dok. MaduraExpose.com)

Sampang. Madura Expose

‎Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang, menggelar pertemuan dengan Kepala Bulog Sub Divre XII Madura, Kepala Gudang Bulog Sampang, serta perwakilan dari Dinsosnakertrans dan tim pemantau beras untuk rakyat miskin (Raskin), terkait adanya temuan kualitas raskin yang dinilai kurang layak untuk dikonsumsi.

Dari pantauan di lapangan pertemuan tersebut berlangsung secara tertutup.

Ketua Komisi IV DPRD Sampang Amin Arif Tirtana menerangkan, selain membahas tentang adanya kualitas raskin yang kurang layak untuk dikonsumsi, pihaknya juga menyoroti adanya temuan dugaan pengurangan jatah beras.

” Hampir rata semua tidak 15 kilogram rata-rata 14 Kg, bahkan ada yang 13 Kg per saknya kalau seperti itu berarti ada pengurangan di perjalanan, maka pihak Bulog harus mencari tahu, kalau secara kualitas memang diakui jelek,” ujarnya saat berbincang dengan MaduraExpose.com, Rabu 10 Juni 2015.

Amin mengungkapkan, sebenarnya persoalan itu sudah terjadi sejak tahun-tahun sebelumnya, oleh karena itu pihaknya meminta kepada Pemerintah Daerah melalui Dinsosnakertrans agar bersikap tegas untuk tidak mendistribusikan raskin yang kurang layak konsumsi.

Menyikapi persoalan tersebut, Kepala Bulog Sub Divre XII Madura Slamet Kurniawan berjanji akan menggantinya dengan beras yang baru, dan terkait adanya dugaan pengurangan jatah beras, pihaknya akan mencari tahu bersama tim pemantau.

” Beras yang jelek itu nanti kita ambil dan diganti dengan yang baru, dan kita mengecek hanya 10 persen, enggak mungkin kita cek semua, tenaga kita terbatas,” ucapnya.

Sementara itu, Kabid Sosial Dinsosnakertrans setempat Syamsul Hidayat menambahkan, untuk kualitas beras memang kurang layak. Ia mengklaim kalau Dinsosnakertrans sudah mengirimkan surat kepada Bulog untuk tidak tidak mendistribusikannya.

” Ya kita berharap dapat beras yang baiklah,” tuturnya.

‎Sebelumnya, sejumlah Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSM) di Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Kota, mengeluhkan kualitas raskin yang kurang layak dikonsumsi.

(ron/fer)