Kemenag Digitalisasi Dokumen Haji, Selamatkan Sejarah Penting di Jeddah

Terbit: 14 Agustus 2025 | 11:30 WIB

MaduraExpose.com- Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) telah menorehkan langkah strategis dalam upaya pelestarian warisan dokumenter.

 

Melalui proses digitalisasi, ribuan arsip penting yang selama ini tersimpan di gudang penyimpanan Kantor Urusan Haji (KUH) di Jeddah, Arab Saudi, berhasil diselamatkan dari ancaman kerusakan dan kehilangan. Dokumen-dokumen ini, yang mencatat sejarah penyelenggaraan haji Indonesia selama puluhan tahun, kini bertransformasi menjadi aset digital yang permanen dan dapat diakses.

 

 

Guru Besar Filologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Oman Fathurahman, menegaskan vitalnya inisiatif ini. Menurutnya, dokumen-dokumen KUH menyimpan kekayaan informasi yang sangat berharga bagi kajian akademik, khususnya terkait sejarah haji dan diplomasi antara Indonesia dan Arab Saudi.

 

Ia menyoroti salah satu temuan penting, yaitu dokumen yang menjelaskan model pelayanan haji pada masa syekh, sebuah sistem yang mendahului struktur modern seperti muassasah dan syarikah saat ini.

 

 

Proses konservasi arsip ini dilakukan secara metodis dalam lokakarya yang berlangsung pada 10-12 Agustus 2025. Oman menjelaskan tiga tahapan utama yang dilakukan:

Inventarisasi: Proses pengenalan dan pendataan setiap dokumen untuk memahami karakteristiknya.

Klasifikasi: Pengelompokan dokumen secara tematik dan kronologis untuk mempermudah penelusuran.

Digitalisasi: Tahap akhir di mana dokumen diubah menjadi format digital menggunakan perangkat dan teknik khusus untuk menjaga kualitasnya.

 

 

Praktisi transformasi digital, Hadi Rahman, yang juga Koordinator Program DREAMSEA (Digital Repository of Endangered and Affected Manuscript in Southeast Asia), menjelaskan bahwa hasil digitalisasi ini tidak akan dibiarkan begitu saja. Dokumen digital akan dikelola dalam kerangka manajemen pengetahuan agar dapat diakses secara lebih luas dan berkelanjutan.

 

Dengan demikian, arsip-arsip ini tidak hanya bermanfaat untuk riset akademik, tetapi juga menjadi referensi krusial dalam pengambilan kebijakan masa depan terkait penyelenggaraan haji. Inisiatif ini menjadi bagian integral dari upaya pelestarian warisan dokumenter Indonesia di kancah internasional.

 

Upaya ini menegaskan komitmen Kemenag dalam melestarikan sejarah dan warisan budaya bangsa, menjadikannya sebuah jembatan penting yang menghubungkan masa lalu dengan masa depan melalui inovasi digital. [vis/yas/gim]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Kodim Sumenep Serahkan Truk Operasional KDKMP, Perkuat Ekonomi Desa

Terbit: 28 April 2026 | 12:19 WIB SUMENEP – Langkah strategis ditempuh Kodim 0827/Sumenep dalam memperkuat urat nadi perekonomian perdesaan. Penyerahan satu unit truk operasional kepada Kelompok Daerah Kerja Mandiri…

Dandim Sumenep Gaspol: Jembatan Ambunten & Bedah Rumah Warga

Terbit: 26 April 2026 | 11:31 WIB SUMENEP – Komitmen TNI dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur dan pengentasan hunian tidak layak di Sumenep kian nyata. Dandim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada,…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *