Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

Reporter:Luthfiadi
MADURAEXPOSE.COM–Pamekasan,maduraexpose.Com,- komunitas monitoring dan Advokasi Pamekasan (Komad), melakukan aksi terhadap kantor Bupati Pamekasan, Aksi tersebut dimulai dari monumen arek Lancor menuju kantor Bupati Pamekasan dengan membawa tuntutan terkait mutasi dan promosi jabatan yang dilakukan akhir Desember 2016 yang diduga sarat dengan permainan uang. Kamis (02/02/17)

Penempatan pejabat di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dinilai banyak yang tidak sesuai dengan tupoksi dan kemampuan yang mereka miliki. Dicontohkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pamekasan sebagai salah satu penempatan kepala dinas yang salah. Sebab, dishub saat ini dipimpin oleh seorang insinyur mantan kepala dinas perkebunan.

Zaini Werwer menuding, mutasi dan promosi jabatan itu diwarnai dengan suap-menyuap. Yakni, oknum pejabat harus memberikan sejumlah uang kepada bupati Pamekasan. ”Bahkan angkanya Rp 60–200 juta, dan apa jadinya kalau masalah perhubungan dipimpin oleh orang pertanian ? Sangat tidak sesuai dan tidak pas,” teriak Werwer dalam orasinya.

Namun aksi tersebut tidak ditemui oleh Bupati Pamekasan,dengan alasan lagi ada acara di luar kantor sehingga ditemui oleh SEKDAKAB ALWI BEQ namu hal tersebut bahkan membuat para demonstran mengamok dan merasa sangat kecewa ketika seorang bupati tidak pernah mendengarkan aspirasi masyarakat.

Sehingga hal tersebut membuat emosi para pendemo memuncak hingga akhirnya membakar sepeda motor milik salah satu anggota aksi,dan melempari plang dengan telor serta bersama-sama meludah dengan membuktikan kekecewaannya.

Sebelum aksi berakhir Zaini werwer selaku koordinator aksi mengungkapkan kekecewaannya, dengan tujuan baik yang dilakukan sehingga selama 2 Minggu mengirim surat pemberitahuan aksi,namun sampai saat berjalannya aksi tersebut tidak diindahkan oleh orang nomor satu di Pamekasan.

“”Padahal kami sudah mengirim surat permintaan untuk bertemu dua minggu yang lalu,Bupati harus bertanggung jawab dan mengklarifikasi mengenai indikasi adanya permainan uang dalam lelang dan promosi jabatan 30 Desember 2016. Sebelum kembali ke Sekretariat Komad di Dusun Tegal Sari, Desa Pademawu Barat, Kecamatan Pademawu, dia berjanji akan kembali turun ke jalan dan membawa massa yang lebih banyak”. Tegasnya

”Sebelum semua masalah ini jelas, kami tidak akan berhenti. Kalau benar terbukti bupati main mata dengan pejabat, dia harus tanggung jawab,” tambahnya

Dalam aksi tersebut dilakukan pengawalan ketat oleh kepolisian hingga peserta aksi membubarkan diri. [*]