Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Terus Bertambah, SMS Minta Pilkada Sumenep Diundur

0
751
Ainur Rahman, Direktur SMS Jawa Timur/Istimewa

[vc_row][vc_column][vc_column_text]MADURAEXPOSE.COM, SUMENEP— Hingga saat ini penularan virus corona masih menjadi momok dikalangan masyarakat Indonesia, tak terkecuali bagi masyarakat Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Padahal tak lama lagi, kabupaten paling timur diujung Pulau Madura ini akan menyelenggarakan Pilkada serentak yang dijawalkan 9 Desember 2020.

Persoalan ini mendapat perhatian serius dari Direktur Suara Masyarakat Sumenep –SMS, yang meminta pemerintah agar mempertimbangkan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumenep agar ditunda demi keselamatan warga.

“Dengan sepenuh hati kami berharap agar pemerintah mempertimbangkan dengan arif agar keselamatan masyarakat lebih diprioritaskan. Kami mengusulkan agar Pilkada Sumenep sebaiknya ditunda demi alasan kemanusiaan,” ujar Ainur Rahman, Direktur SMS Jawa Timur kepada Redaksi Maduraexpose.com, Ahad 18 Juli 2020.

Diberitakan media sebelumnya, jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sumenep,per 17 Juli 2020, bertambah 9 kasus. Dua di antaranya merupakan tenaga kesehatan.

Tambahan 9 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 ini dibenarkan oleh bagian Humas Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumenep Ferdiansyah Tetrajaya. Kepada wartawan pihaknya menjelaskan total kasus terkonrmasi Covid-19 di Sumenep mencapai 166 kasus.

Tenaga kesehatan yang terkonrnasi positif Covid-19 per (17.07),yakni pertama pasien nomor 158, laki-laki berusia 33 tahun berdomisili di Kecamatan Manding. Ia merupakan tenaga kesehatan Puskesmas Dasuk. Pasien kedua dengan nomor 159, seorang laki-laki berumur 45 tahun berdomisili di Kecamatan Pasongsongan yang juga merupakan tenaga kesehatan Puskesmas Dasuk.

Sementara 7 pasien yang juga baru terkonrmasi positif corona per hari ini ialah pasien nomor 160, 161, 162, 163, 164, 165, dan 166. Pasien nomor 160 sampai 165 semuanya berdomisili di Kecamatan Batuan.

Sedangkan pasien nomor 166 berdomisili di Kecamatan Kota.
“Semua pasien yang terkonfirmasi tersebut diwajibkan melakukan isolasi mandiri dengan disiplin ketat selama 10 hari,”ujarnya panjang lebar kepada awak media.

Ferry Arbania
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]