Sumenep, MaduraExpose.com – Hilangnya Khairul (30) penumpang Kapal Perintis Dharma Bahari Sumekar (DBS) I menyisakan kepdihan mendalam dikalangan keluarga korban. Ditambahkan lagi, pihak pengelola kapal terkesan cuci tangan dengan menyebut korban hilang karena menceburkan diri.

Merasa ada rekayasa dibalik hilangnya korban, keluarga Khairul mengaku tidak terima dan langsung mengepung kantor kantor Bupati Sumenep meminta pertanggung jawaban pihak DBS I, Senin (30/03/2015).

Hasan, Bapak korban meminta pihak PT Sumekar bertanggung jawab atas hilangnya korban yang merupakan anak kandungnya saat menumpangi kapal DBS I pada 17 Maret 2015 lalu. Kapal DBS I sendiri dikelola oleh PT Sumekar.

 

“Selama hilangnya anak saya, kami tidak menemukan adanya upaya pencarian maksimal atas hilangnya anak saya”, teriaknya dengan mata berkaca-kaca.

Tampaknya kepedihan atas hilangnya Khairul ini membuat Hasan sangat terpukul. Bagitu juga dengan Arfiah, ibu korban dan Dama saudaranya tiba-tiba pingsang di tengah kerumunan massa yang berjumlah sekitar 50 orang kepulauan Arjasa.

Sementara Rasul Junaidi, Direktur PT.Sumekar saat dikonfirmasi MaduraExpose.com mengaku tidak kuasa memberikan komentar. Namun pihaknya memerintahkan Budiono, Wakil Direktur PT.Sumekar untuk memberikan keterangan yang diminta media ini.

Menurut Budiono, kasus hilangnya Khairul, Warga Pulau Arjasa itu kasusnya sudah dilaporkan ke pihak Syahbandar dan Kementrian Perhubungan Laut pusat.

“Korban sudah diperingatkan supaya tidak duduk di bagian ‘pagar’ kapal”, ujarnya.

Budiono menambahkan, pihak kapal sudah melakukan pencarian selama satu jam. Karena tidak ditemukan, perjalanan kapal dilanjutkan.

Hingga detik ini, hilangnya Khairul masih sangat kontroversial dan menimbulkan kecurigaan luar biasa dari pihak keluarga korban, jika pihak kapal dinilai tidak bertanggung jawab. Bahkan Budiono, ketika disinggung seberapa penting melibatkan tim SAR agar membantu melakukan pencarian korban, dirinya terkesan meremehkan.

 

“Kapasitan melibatkan Tim SAR apa?. Insiden ini sudah dua kali terjadi. Dan kalau tidak salah pada tahun 2006 silam juga ada”, terangnya.

(FER)

#Keluarga Khairul Tepis Korban Melompat