AyoBandung

JAKARTA, — Kantor Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati didemo, Senin (4/11/2019). Kantor yang berada di Jalan  Dr Wahidin Raya, Pasar Baru, Jakarta Pusat itu digeruduk sejumlah pendemo dari kalangan petani tembakau yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI).

Mereka menuntut Sri Mulyani untuk mencabut dan membatalkan Peraturan Menteri Keuangan/PMK 152/2019 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau yang baru saja dirilis tersebut.

Dari pantauan yang dilaporkan Suara.com, para pendemo itu berasal dari sejumlah daerah di Pulau Jawa, seperti Garut, Mojokerto, Semarang, dan sejumlah wilayah di Jawa Barat dan Jawa Timur dengan menggunakan bus pariwisata yang berjumlah sekitar 8 unit bus.

“Saya minta kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani, yang katanya menteri terbaik untuk membatalkan PMK Nomor 152 ,” kata orator aksi yang berada di atas bak mobil tersebut. Orator tersebut menilai PMK 152 tersebut sangat menyakiti hati para petani tembakau. Hal itu karena kenaikan yang begitu tinggi sehingga akan mempengaruhi keberlangsungan usaha dan kesejahteraan para petani tembakau.

“Bayangkan kerjaan kami memberikan pundi-pundi buat negara sebesar Rp120 triliun ke kas negara, tapi balasan pemerintah seperti ini,” kata orator. Dalam aturan PMK 152 tersebut tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) pada Sigaret Kretek Tangan (SKT) naik 12,84% per 1 Januari 2020.

Dengan begitu, potensi pemecatan karyawan pada industri rokok bisa melonjak lebih tinggi dari 7.000 karyawan. Adapun tarif CHT Sigaret Keretek Mesin (SKM) naik sebesar 23,29% dan Sigaret Putih Mesin (SPM) naik 29,95%.

Meski didatangi para pendemo petani tembakau yang berjumlah sekira 400 orang tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani belum terlihat mendatangi mereka. Kantornya pun dijaga ketat dan ditutup oleh para petugas keamanan dan kepolisian. (ayo)

HotNews:  Din Syamsudin: Presiden Bisa Dimakzulkan