kalah di Pilkada 2010, Azasi Hasan Siap Lawan Incumbent

0
696
Calon bupati Sumenep 2010 saat deklarasi siap menang siap kalah (Istimewa)

Sumenep, MaduraExpose.com- Pepatah bijak mengatakan, bahwa kegagalan adalah sukses yang tertunda. Paling tidak inilah yang menjadi obor semangat Asazi Hasan dalam menghimpun obsesinya merebut kursi bupati, meski keinginannya dikandaskan oleh pasangan A.Busyro Karim-Soengkono Sidik (Abussidik) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumemnep 2010 silam.

Saat itu, Azasi berpasangan dengan Dewi Khalifah Safraji yang lebih populer dengan Asyifa.

Calon bupati Sumenep 2010 saat deklarasi siap menang siap kalah (Istimewa)
Calon bupati Sumenep 2010 saat deklarasi siap menang siap kalah (Istimewa)

Pilkada Sumenep yang berlangsung Senin 14 Juni 2010 itu menunjukkan tak satu pun dari delapan pasangan calon yang meraup suara di atas 30 persen. Saat itu, sejumlah kalangan menilai, pertarungan Pilkada 2010 tak ubahnya pertarungan antara kiai dan pengusaha profesional.

Ada delapan calon bupati (cabup) yang bersaing saat itu, dua di antaranya cabup dari kalangan kiai, yakni KH. A. Busyro Karim dan KH. Ilyasi Siraj. Keduanya tokoh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sedangkan dari kalangan pengusaha dan profesional, Azasi Hasan (perbankan), Samaruddin Toyyib, Bambang Mursalin, dan Sugianto.

Pilkada Kabupaten Sumenep putaran kedua pada 10 Agustus 2010 dimenangkan pasangan A Busyro Karim-Sungkono Sidik dengan peroleh suara 241.622, sedangkan pasangan Azazi Hasan-Dewi Khalifah 231.250 suara.

Dengan kekalahan tersebut, pasangan Azazi Hasan-Dewi Khalifah kembali mengajukan gugatan kedua ke MK atas sengketa Pilkada Sumenep.

“Kita sedang konsolidasi, tentunya belajar dari pengalaman (kekalahan, Red) 2010 kemaren”, ujar Azasi Hasan kepada MaduraExpose.com, Senin Malam (26/1/2015).

Azasi masih sangat optimis bisa menandingi pesaing terberatnya, yakni pasangan Abussidik yang saat ini menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sumenep priode 2010-2015.

“Langkah awal konsolidasi dengan tim. Kita punya disegenap kecamatan yang masih solid”, paparnya penuh optimis.

Untuk diketahui, jauh hari sebelum hari “H” pada Pilkada 2010 silam, sejumlah lembaga survey sempat memprediksi bahwa perolehan suara masing-masing cabup, diyakini tidak akan melampaui 30 persen. Hal itu dilihat dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) dari KPU saat itu sebanyak 884.471 orang.

Kekuatan Partai Pendukung Calon (sesuai hasil Pemilu Legislatif 2009):
1. Azasi Hasan-Dewi Khalifah (Assyifa), PKNU 33.291 suara (4 kursi), PBB 31.879 (4 kursi)
2. A. Busyro Karim-Sungkono Siddik (Abussidik), PKB 125.393 (11 kursi), PDIP 45.697 (6 kursi)
3. Malik Effendi-Rahmad (Mamad), PAN 46.485 suara (6 kursi), Hanura 28.620 suara (3 kursi)
4. R. Bambang Mursalin- M. Saleh Abdullah, Golkar 37.036 suara (4 kursi), PKS 16.187 suara (2 kursi), Demokrat 34.585 suara (2 kursi), partai kecil 83.421 suara
5. M. Samaruddin Toyyib-Abdul Kadir, (Independen: 40.410 dukungan perorangan)
6. Kafrawi-Djoko Sungkono, (Independen: 36.550 dukungan perorangan)
7. Ilyasi Siraj-Rasik Rahman (Independen: 88.000 dukungan perorangan)
8. Sugianto-M. Muhsin Amir, PPP 60.647 suara, PDP 9.392 suara (hs)

(bbs/fer)