Madura Expose. Meski sudah dibubarkan paksa oleh pemerintah Indonesia lantaran dianggap menentang Pancasila dan hendak menegakkan paham khilafah, organisasi terlarang Hizhbut Tahrir Indonesia (HTI), tak ada jeranya untuk terus bergerilya demi melebarkan sayap.

Alhasil, akibat akibat gerakannya seporadis dan terkesan memaksakan diri, kajian muslimah Islam Lovers Club (ILC) yang diangga memiliki afiliasi dengan HTI, dibubarkan paksa Resimen Mahasiswa (MENWA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura.

Kajian yang bertempat di ruang 21 gedung F itu dibubarkan pada pukul 10.45 WIB. Pembubaran itu dibantu pengurus Senat Mahasiswa (SEMA) dan Satpam.

Sebelum dibuyarkan, kajian yang bertema ‘Ku Tinggalkan Engkau Dengan Bismillah’ itu diikuti oleh 65 Mahasiswa dari berbagai Program Studi (Prodi) di Kampus.

Komandan MENWA IAIN Madura, Khairul Anam menuturkan bahwa, gerakannya itu atas instruksi dari pimpinan Kampus. Sebab, kata dia, dilihat dari akun medianya, ILC itu merupakan bagian dari HTI.

“Acara ini mendapat pantauan langsung dari pihak pimpinan. Sehingga kami disuruh membubarkan kajian ini karena ketika dilihat akun medianya, ILC ini merupakan Afiliasi dari HTI,” kata Anam.

Anam menegaskan bahwa, kajian yang dilakukan setiap berlangsungnya sholat Jumaat itu secara administratif bersifat ilegal.

Sehingga menurutnya, kajian yang di komando langsung Neli Sukiman itu perlu dibubarkan paksa. “Ditambah lagi kajian ini secara legalitas tidak miliki izin,” tegasnya.

Akibatnya, kata dia, paham-paham organisasi terlarang (HTI) itu takut bergrilya kembali di Indonesia, khususnya Kabupaten Pamekasan yang identik dengan icon Gerbang Salam.

Neli Sukiman, sebagai penanggungjawab kajian muslimah ILC pasca digrebek spontan langsung menutup kajian tersebut.

“Ukhti yang dirohmati Allah, kita akhiri saja kajian ini sampai disini, tapi jangan berhenti berdakwah, jangan percayai terhadap hukum atau norma yang ada, yang penting sudah sesuai dengan islam,” ucap Neli kepada seluruh pengikutnya.

Sontak, mendengar ucapan Neli yang dirasa mengganjal ditelinganya, Abd Hamid selaku Wakil SEMA langsung memotongnya. Sebab menurutnya, apa yang diucapkan Neli itu hanya sebatas alasan belaka.

“Sudah bak, secara administratif organisasi mbak salah, dan perlu diketahui, kampus kami ini bersifat kebangsaan, kalau mbak tidak setuju dengan Pancasila, maka minggirlah dari sini dan jangan pernah kembali,” teriak Hamid.

Diakhir perdebatannya, Anam berharap kepada seluruh pengikut ILC tidak menggelar  kajian kembali di Kampus IAIN Madura.

“Tolong jangan tampil kembali ke kampus kami, Mbak sudah mau merubah ideologi Mahasiswa yang ada dikampus ini, kedepan kami akan menjaga ketat keberadaan ILC ini,” tutup Anam.

 (Fai/din)

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM