Kadiv Humas Polri Datangi Kades Haryono di Tahanan Mapolda Jatim

0
1093
Irjen Anton Charliyan (Kadiv Humas Polri) dan Kombes Argo Yuwono (Kadis Humas Polda Jatim)/Istimewa

Surabaya, Maduraexpose.com- Dalam kunjungan kerja (kunker) di Jawa Timur, Kadiv Humas Polri, Irjen Anton Charliyan sempat membesuk Tosan, di RS Saiful Anwar Malang. Tosan adalah korban penganiayaan yang dilakukan kelompok kaum preman di Lumajang dan dilanjutkan temui tersangka Hariyono, Kepala Desa Selok Awar Awar, Kecamatan Pasiran, Lumajang, yang ditahan di Polda Jatim.

Dilakukan secara tertutup, saat Irjen Anton Charliyan bertemu dengan Hariyono di ruang Unit Premanisme, Jatanras, Ditreskrimum Polda Jatim,kurang lebih satu jam lamanya, berbagai pertanyaan dilontarkan oleh Jenderal Polisi berbintang dua itu kepada tersangka Hariyono.

Diantara yang ditanyakan kepada Kapala Desa itu, yakni seputar kasus pembunuhan dan penganiayaan termasuk penambangan pasir besi liar atau ilegal. Dihadapan Irjen anton Charliyan dan Kabid Humas Polda Jatim, Kombes R.P Argo Yuwono, Kepala Desa Hariyono mengaku, bahwa saat itu pihaknya tidak memerintahkan untuk melakukan penganiayaan apa lagi sampai membunuh Salim alias Kancil dan melakukan penganiayaan terhadap Tosan.

“ Saya tidak memerintah mereka (para pelaku) untuk membunuh maupun menganiaya korban, saya perintahkan adalah hanya sekedar menakut nakuti Salim Kancil dan Tosan,” aku Hariyono dihadapan Anton Charliyan dan Argo Yuwono serta tim penyidik.

Meski demikian, Anton Charliyan menegaskan, semua itu adalah alibi Hariyono. Tapi Kepala Desa Hariyono mengakui kalau dirinya bermain ilegal minning.

“ Apapun pengakuan Hariyono, ini adalah haknya. Tapi tim penyidik Polda Jatim tetap bekerja sesuai fakta dilapangan dengan didukung saksi termasuk dilengkapi bukti-bukti yang akurat,” ujar Anton sebelum meninggalkan halaman Ditreskrimum Polda Jatim, Minggu (4/10/2015) malam.

Intinya, lanjut Anton Charliyan, siapapun yang bermain di kasus Lumajang itu tetap diusut tuntas.

(eru/ifj)