
SUMENEP, MADURAEXPOSE.COM – Penantian panjang ribuan guru madrasah di Kabupaten Sumenep akhirnya membuahkan hasil. Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep resmi mencairkan Tunjangan Profesi Guru (TPG) terhutang untuk tahun anggaran 2018 dan 2019 pada penghujung Desember 2025.
Pencairan ini merupakan tindak lanjut dari hasil audit yang telah dilaksanakan pada tahun 2022, yang kemudian dijadikan pedoman pembayaran pada tahun anggaran 2025.
Rincian Besaran dan Status Guru
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Sumenep, Edy Heriyanto, menjelaskan bahwa TPG terhutang ini mencakup dua periode krusial. Besaran yang diterima setiap guru bervariasi, tergantung pada status Inpassing maupun Non-Inpassing.
“TPG terhutang ini durasinya berbeda-beda, ada yang tiga bulan bahkan lebih. Besarannya pun menyesuaikan status guru tersebut,” ujar Edy Heriyanto saat dikonfirmasi pada Rabu (31/12/2025).
Adapun rincian estimasi nominal yang diterima adalah sebagai berikut:
Guru Non-Inpassing: Menerima sekitar Rp 1,5 juta per bulan.
Guru Inpassing: Menerima di atas Rp 2 juta per bulan.
Seluruh dana tunjangan langsung ditransfer ke rekening pribadi masing-masing penerima untuk menjamin transparansi dan keamanan transaksi.
Proses Administrasi Kilat dalam 3 Hari
Meski waktu yang tersedia sangat terbatas, Edy menyatakan bahwa proses administrasi berjalan sangat lancar. Pihak Pendma Kemenag Sumenep hanya memiliki waktu efektif sekitar tiga hari sejak Senin lalu untuk merampungkan seluruh pemberkasan.
“Alhamdulillah, meski hanya punya waktu 3 hari di bulan Desember ini, prosesnya lancar. Respon para guru sangat kooperatif, sehingga memudahkan kami di Pendma dalam menyelesaikan administrasi tepat waktu,” tambahnya.
Data Penerima: Ribuan Guru Tersenyum Lega
Berdasarkan data resmi dari Kemenag Sumenep, total penerima TPG terhutang ini mencapai ribuan orang dengan rincian:
Tahun 2018: Sebanyak 3.250 guru.
Tahun 2019: Sebanyak 199 guru.
Kesaksian Guru Penerima
Kebahagiaan terpancar dari para guru madrasah, salah satunya Nafila, seorang guru di Pondok Pesantren Annuqayah. Ia mengaku telah menerima pencairan sebesar Rp 4,5 juta untuk jatah tahun 2018.
Bahkan, Nafila juga mengurus pencairan milik almarhum orang tuanya. “Alhamdulillah, saya juga menerima TPG terhutang milik almarhum orang tua yang mencapai Rp 7 juta lebih. Ini sangat kami tunggu-tunggu, dan proses pengumpulan berkasnya pun sangat mudah,” ungkap Nafila penuh syukur.
Pencairan TPG terhutang ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para guru madrasah di lingkungan Kemenag Sumenep serta menjadi kado akhir tahun yang manis bagi para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut. [Nadayana/Khazeimah]

![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776314955/bprs-bhakti-sumekar-talkshow-inklusi-keuangan-syariah-2026_bwbizz.jpg)
![Itjenad TNI AD turun langsung ke Sumenep! Verifikasi ketat dilakukan di Yayasan Al-Itqan untuk memastikan program pemenuhan gizi (SPPG) berjalan transparan dan tepat sasaran. Akuntabilitas jadi kunci utama. [Foto: Dok. Kodim Sumenep For Madura Expose] Itjenad TNI AD turun langsung ke Sumenep! Verifikasi ketat dilakukan di Yayasan Al-Itqan untuk memastikan program pemenuhan gizi (SPPG) berjalan transparan dan tepat sasaran. Akuntabilitas jadi kunci utama. [Foto: Dok. Kodim Sumenep For Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776767695/itjenad-verifikasi-sppg-yayasan-alitqan-sumenep-2026_ojv6t1.jpg)


![Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776667033/upacara-17an-kodim-0827-sumenep-april-2026_wuyqj7.jpg)
![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)