Ist/net

Maduraexpose.com- Pada Agustus 2011 silam, vocalis jalanan K.Bahier pernah bikin heboh karena menelurkan album lagu-lagu semi Qasidah gambus dengan tajuk album Aoleng ka Allah.

Bahkan sebelum rekaman, Bahir dikenal dengan ‘musisi’ jalanan karena sering bawa perangkat sound system diatas kendaraan bermotor roda dua miliknya. Disepanjang jalan, pria berambut gondrong yang dikenal khilfa (beda) dari masyarakat kebanyakan itu acapkalii menyetel lagu-lagu yang dia sukai sambil sesekali bernyanyi sesuka hatinya.

Tak hanya bermusik dan bernyanyi di jalanan, Bahir juga sering mangkal dari suatu tempat ketempat lain, dimana orang-orang berkumpul dalam keramaian. Ia juga sering terlihat di sisi barat Taman Adipura membunyikan sosundsytem yang ditaruh diatas kendaraannya sambil bernyanyi aneka lagu dengan volume yang sangat keras hingga terdengar hampir di seantero taman bunga.

“Orang bilang K.Bahir itu khilaf dan kerjaanya berjalan membawa perangkat sound system sambil bernyanyi sendirian hingga larut malam”, ujar Lukman, salah satu warga yang berbincang dengan Maduraexpose.com, Rabu 12 Agustu 2015.

Secara umum, dirinya mengaku tidak terganggu dengan aksi ‘konser liar’ si Bahir Aoleng tersebut. Namun ketika hal itu dilakukan disembarang tempat hingga melewati pukul 12 dini hari, maka secara otomatis mengganggu ketertiban dan kenyamanan warga kota yang tengah beristitrahat.

“Harusnya ada batasan waktu yang harus diterapkan oleh pihak-pihak terkait di lingkungan Pemkab Sumenep seperti Satpol PP dan lainnya”, ujar Hanafi seorang pengamat masalah sosial di kabupaten Sumenep.

Menurut Hanafi, siapapun warga, termasuk Bahir, lanjutnya, tidak bia seenaknya menuruti hobinya hingga diluar batas kewajaran. Apalagi, konser tunggal dari pria berjubah dengan rambut panjang tersebut, sering terlihat diatas jam 12 malam ditempat terbuka.

“Ini masalah hak orang lain yang ingin istirahat tanpa terganggu kebisingan. Sangat tidak wajar kalau larut malam membunyikan sound system dengan keras sambil bernyanyi seenaknya. Siapapun  itu harus ditertibkan”, imbuhnya.

Pihaknya berharap kepada Dinas Sosial, Satpol PP dan instansi samping untuk melakukan evaluasi bersama, terkait konser jalanan K.Bahier yang sering dilakukan hingga larut malam ditempat terbuka tersebut.

“Perlu ada evaluasi apakah perlu dilakukan penertiban atau tidak. Kami juga akan melakukan koordinasi dengan pihak Satlantas Polres apakah dibolehkan seorang Bahir itu berkendara tanpa mengenakan helm dijalanan”, pungkasnya.

Hingga berita ini diunggah, belum dilakukan konfirmasi apapun terhadap pihak-pihak terkait yang disinggung oleh Pengamat masalah sosial di Kabupaten Sumenep itu.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

(mex/fer)