Jokowi Harus Tahu, Banyak Kasus Korupsi Belum Tuntas di Sumenep

Terbit: 28 Oktober 2018 | 14:42 WIB

MADURA EXPOSE– Tedy Muhtadi, salah satu Fungsionaris GPMD (Gerakan Pemberdayaan Masyarakat Desa) berharap agar Kedatantan Presiden Jokowi ke Sumenep juga mampu meningkatkan kinerja aparat penegak Hukum dalam menuntaskan sederet kasus dugaan Korupsi yang hingga saat ini masih ngendon di Kejaksaan Negeri Sumenep, Madura, Jawa Timur.

“Kami berharap kehadiran Presiden Jokowi ke Sumenep berdampak pada meningkatnya kinerja aparat hukum dalam menangani kasus-kaaus dugaan korupsi yang masih menumpuk,” demikian ditegaskan Tedy Muhtadi, Fungsionaris GPMD kepada awak media di Sumenep, Minggu 28 Oktober 2018.

Sebelumnya, kalangan aktivis Sumenep yang tergabung dalam Kaukus Mahasiswa Sumekar (KMS) melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep, mempertanyakan komitmen kejaksaan dalam menuntaskan berbagai kasus korupsi.

Diantaranya yang disorot mahasiswa mengenai kasus raskin dan prona di beberapa desa dan dugaan kasus lainnya di lingkungan Pemkab Sumenep.

” Apa yang telah diperbuat kejaksaan selama ini, khususnya dalam penanganan kasus korupsi,” ujar Mahfud,Korlap Aksi KMS.

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Sumenep, Bambang Sutisna, menjelaskan, selama ini pihak Kejari Sumenep dalam menangani berbagai kasus, utamanya korupsi berjalan cukup baik dan beberapa kasus telah masuk ke meja pengadilan. (tim/ajm/fer)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Mimpi Buruk ‘Paman Sam’ di Tanah Persia: Mengapa Iran Sulit Ditaklukkan?

Terbit: 8 April 2026 | 04:00 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menyeret nama Iran ke pusaran spekulasi militer global. Di tengah “jurus mabuk” kebijakan luar…

Jari Netanyahu dan Nalar Sundar Pichai: Mengapa Algoritma Tak Bisa Dibodohi Narasi Receh?

Terbit: 20 Maret 2026 | 10:04 WIB Oleh: Redaksi Madura Expose Strategic PENGANTAR: DRAMA JARI VS LOGIKA DATA Dunia maya sedang gempar dengan hal-hal trivial. Media-media nasional bertransformasi menjadi “detektif…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *