Jika Camat Ganding Cs. Tak Serius, FMG Ancam Bawa Aspirasi ke DPRD dan Bupati Sumenep

0
866

Sumenep (MaduraExpose.com)– Ketua Forum Masyarakat Ganding (FMG) Zaenuri, MP atau lebih karib dipanggil Ki Demang, mengaku dangat mengapresiasi kedatangan sejumlah pihak terkait di Pemkab Sumenep dalam acara Public Hearing yang digelar di Aula Kecamatan Ganding pada Kamis 1 Agustus 2019 lalu.

“Kami sangat mengapresiasi kepedulian pejabat terkait dilingkungan Pemkab Sumenep yang bersedia hadir dalam acara Public Hearing FMG,” papar Ki Demang dalam pertemuan rutin FMG dirumah Ferry Arbania, Desa Ketawang Karay, Kecamatan Ganding pada Sabtu Malam, 3 Agustus 2019.

Disinggung terkait Camat Ganding yang keluar sebelum acara selesai dalam Public Hearing, Kidemang mengaku kecewa karena aspirasi yang dibawa anggota FMG bukan hal sepele.

Namun demikian, pihaknya mengaku berterimakasih kepada pihak Sekcam dan pihak terkait lainnya yang berkenan menampung aspirasi FMG.

“Itu hak dia (Pak Camat, Red) mau keluar duluan atau tidak, tapi kalau melihat aspirasi yang dibawa rekan-rekan FMG harusnya itu tidak terjadi,”tandasnya.

Tak hanya itu, Kidemang juga mengancam akan membawa aspirasi masyarakat nelalui FMG ini ke ranah publik di DPRD dan Bupati Sumenep.

“Ini komitmen kami di FMG, mengawal persoalan sampai tuntas. Jadi, kalau nantinya pihak Kecamatan tidak serius misalnya, maka bukan mustahil persoalan ini kami seret ke Bupati dan DPRD sumenep,” pungkasnya.

Sekedar mengingatkan, pada
Kamis (1/8/2019) lalu, FMG menggelar Publik Hearing Di Pendopo Kec. Ganding dengan beberapa kesepakatan, diantaranya:
1. Bersama Forpimka, Dishub. dan Pol. PP, UPT. Pasar Kecamatan akan melakukan sosialisasi tentang penertiban PKL dan pedagang pasar.
2. Camat Ganding akan mengirimkan surat pemberitahuan tentang hasil kesepakatan hasil Publik Hearing kepada Dishub, Disperindag dan Satpol PP kab. Sumenep.
3. UPT. Pasar akan membuat batas depan pasar sepanjang 7 meter dari bahu jalan agar steril dari lapak pedagang.
4. Pemberdayaan linmas terhadap Seksi Trantib.
5. Menyediakan parkir khusus dipasar dan sekitarnya.
6. Pengadaan dan pemasangan rambu-rambu lalu lintas *larangan parkir* di jalan depan pasar dan jalan raya Ganding sampai pertigaan jalan raya Larangan.
7. Pemerintah kecamatan bersama Polsek, UPT. Pasar, Dishub dan Pol. PP turba ke pasar pada hari Senin tanggal 5 Agustus 2019.
8. Melakukan sosialisasi kepada PKL agar tidak berjualan dibahu jalan dan tidak dipungut restribusi pasar.
9. Menempatkan petugas kepolisian dipertigaan jalan raya Larangan dan depan pasar.

HotNews:  Puspomad Segera Periksa Brigjen TNI Junior Tumilaar

(fer/tim)