Madura Expose- Berawal dari senggolan sepeda motor pada Senin 7 Maret 2016 lalu, dua warga Desa Trapang, Kecamatan Banyuates, Sampang, Madura, Jawa Timur berbuntut carok atau duel maut dengan mengguakan sejata tajam (sajam) hingga satu terenggut paksa secara mengeaskan.
“Korban berinisial SP meninggal di TKP sedang lawannya dilarikan ke rumah sakit Bangkalan”, terang Kasat Reskrim Polres Sampang, Madura, AKP Hari Sisw kepada awak media, Selasa (8/3/2016).

Duel maut antara SP dengan RP ini, diduga kuat berawal dari persoalan sepele pada Senin kemari, dimana SP diserempet oleh SS asal Desa Jatra Timur, Kecamatan Banyuates. Karea merasa tak terima dan tersiggug dengan perbuatan yang tidak mengenakka terhadap diriya, keesokan harinya entah disengaja atau tidak, dua orang ini bertemu lagi dan terjadi cekcok mulut hingga membuat SP sekuat tenaga memukul SS.

Peristiwa ini rupanya diadukan SS kepada sepupunya berinisial RP yang langsung mengumpulkan beberapa temannya sebanyak 5 orang. Setelah berkumpul dan berbincang-bincang sejenak, mereka langsung bergegas menemui SP dirumahnya.

Sesampai dirumah korban, bukannya kedua kubu ini berdamai, justru mereka terlibat dalam perang mulut yang cukup seru hingga membuat emosi RP tak terkendali dan langsung mengeluarkan celurit . Merasa ditantang oleh lawan bicaranya, korban bergegas mengambil sebilah pisau tajam hingga Duel carokpun tak terelakkan antar RP dengan SP.

Beberapa menit kemudian, tiba-tiba RP tersungkur terkena tusukan sajam milik SP. Melihat temannya kalah, teman-teman RP langsung mengeroyok SP . Korban meninggal dengan luka bacok dibagian perut, leher dan punggung setelah dikeroyok oleh teman RP, yakni SH, SM, DS dan R teman RP.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Informasi yang beredar dikalangan wartawan, hingga berita ini diunggah, situasi mencekam di kawasan Banyuates Sampang masih berlangsung, pasca terjadinya carok maut yang menewaskan SP dipekarangan rumahnya. [dbs/yud/fer]