Kejutan Besar dari Moncek Tengah: Jagung Sumenep Siap Kuasai Pasar Ekspor

Terbit: 4 Februari 2026 | 16:25 WIB

MaduraExpose.com – Kabupaten Sumenep kembali menegaskan posisinya sebagai raksasa agraris di Jawa Timur. Di bawah terik matahari yang menyinari hamparan lahan subur Desa Moncek Tengah, Kecamatan Lenteng, sebuah capaian besar baru saja terukir. Bukan sekadar seremoni panen biasa, melainkan sebuah pembuktian bahwa sinergi antara teknologi pertanian dan validasi data mampu mendongkrak marwah jagung Madura di kancah nasional hingga internasional.

Melalui kegiatan pengubinan massal yang dilakukan pada Rabu, 3 Februari 2026, tercatat angka produktivitas yang melampaui ekspektasi banyak pihak. Hasil ini menjadi sinyal kuat bahwa jagung Sumenep tidak lagi hanya menjadi komoditas subsisten, melainkan komoditas strategis yang siap bertarung di pasar ekspor global.

Memecahkan Rekor dari Ujung Timur Madura

Berdasarkan hasil ubinan terbaru di Kecamatan Lenteng, produktivitas jagung di wilayah tersebut mencapai angka fantastis: 9,58 ton per hektar (jagung gelondong). Sebagai perbandingan, menurut data Kementerian Pertanian (2024-2025), rata-rata produktivitas jagung nasional umumnya hanya berkisar di angka 5,5 hingga 6,2 ton per hektar.

Capaian impresif ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang sangat disiplin, melibatkan:

  • Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep: Sebagai motor penggerak kebijakan dan bantuan sarana produksi di tingkat daerah.

  • Penyuluh BPPSDMP Kementan RI: Tim teknis yang melakukan pendampingan intensif, mulai dari pemilihan benih hingga manajemen perlindungan tanaman.

  • Badan Pusat Statistik (BPS): Bertindak sebagai verifikator data otoritatif untuk memastikan angka yang dirilis valid secara metodologi dan dapat dipertanggungjawabkan.

Metode pengubinan dengan pengambilan sampel pada area 2,5×2,5 meter membuktikan bahwa tanah Sumenep, jika dikelola dengan sains pertanian yang tepat, memiliki potensi setara dengan lahan-lahan terbaik di Pulau Jawa.

Pilar Strategis Menuju Ekspor 1 Juta Ton

Keberhasilan petani di Moncek Tengah adalah kepingan penting dari grand design Ketahanan Pangan Nasional. Pemerintah pusat saat ini tengah membidik target ekspor jagung sebesar 1 juta ton, dan Sumenep diproyeksikan menjadi salah satu tulang punggung supply utama.

“Sumenep merupakan kawasan supply jagung strategis untuk mengejar target ekspor 1 juta ton nasional,” tegas Dewo Ringgih, Ketua Tim Kerja (Katimker) Penyuluh Pertanian di Sumenep.

Ambisi ini bukan tanpa modal. Sumenep tercatat memiliki potensi luas lahan tegalan yang sangat masif, mencapai 117.000 hektar. Jika angka produktivitas 9,58 ton/ha ini mampu direplikasi di setidaknya 50% luas lahan yang ada, maka Madura bukan hanya akan mandiri pangan, melainkan menjadi lumbung devisa melalui sektor agrikultur.

Analisis Teknis: Mengapa Moncek Tengah Bisa Unggul?

Mengacu pada standar keberhasilan pertanian dari Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP), ada tiga pilar utama yang menjadi rahasia di balik angka 9,58 ton/ha ini:

  1. Adopsi Benih Hibrida Generasi Baru: Petani di Moncek Tengah mulai beralih menggunakan varietas unggul yang memiliki ketahanan tinggi terhadap serangan hama ulat grayak (Spodoptera frugiperda) serta memiliki potensi hasil tinggi.

  2. Manajemen Pemupukan Berimbang: Penerapan konsep pemupukan 5T (Tepat jenis, Tepat dosis, Tepat waktu, Tepat tempat, dan Tepat cara). Penggunaan pupuk subsidi dioptimalkan dengan penambahan nutrisi mikro dan pupuk organik cair hasil racikan penyuluh setempat.

  3. Digitalisasi dan Akurasi Data: Penggunaan data real-time memudahkan pemerintah untuk melakukan pemetaan stok pangan. Hal ini sangat krusial bagi investor dan eksportir yang membutuhkan kepastian stok sebelum melakukan kontrak dagang.

Analisis Ekonomi: Proyeksi Pendapatan Petani

Pencapaian ini membawa angin segar bagi kesejahteraan petani lokal. Berikut adalah simulasi perhitungan keuntungan per hektar berdasarkan hasil ubinan terbaru:

  • Produksi Pipil Kering: Dengan hasil gelondong 9,58 ton, jika dikonversi menjadi pipil kering (asumsi rendemen 70%), maka didapat hasil 6,7 ton pipil kering/ha.

  • Pendapatan Bruto: Dengan asumsi Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp5.000,-/kg, maka petani memperoleh Rp33.500.000,- per musim tanam.

  • Keuntungan Netto: Setelah dikurangi biaya operasional (benih, pupuk, tenaga kerja) sebesar kurang lebih Rp13.000.000,-, petani di Moncek Tengah mampu mengantongi laba bersih sekitar Rp20.500.000,- hanya dalam waktu 100-110 hari.

ParameterHasil Moncek TengahRata-rata Nasional
Produktivitas9,58 Ton/Ha5,5 – 6,2 Ton/Ha
Estimasi Laba/Ha± Rp20.500.000± Rp9.000.000

Tantangan Pasca-Panen: Menuju Standar Global

Meskipun angka produksi sudah melompat tinggi, perjuangan belum usai. Target pasar internasional menuntut standar yang ketat. Jagung asal Sumenep harus mampu menjaga kadar air (moisture content) di angka maksimal 14% dan memastikan bebas dari kontaminasi jamur aflatoksin.

DKPP Sumenep kini tengah fokus mendorong penggunaan UV Dryer dan alat pemipil jagung mekanis (Corn Sheller) untuk meminimalisir kerusakan biji saat pasca-panen. Dengan semangat kolaborasi lintas instansi, jagung dari tanah Madura kini tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi siap melanglang buana ke pasar mancanegara.

Optimisme dari Moncek Tengah kini menjadi alarm positif bagi kemajuan pertanian Indonesia: Bahwa dari lahan tegalan Madura, kejayaan pangan nasional bermula.**

Red./Editor: Ferry Arbania

Simak informasi terbaru di portal Maduratani.com, Media Grup MaduraExpose.com

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Kodim Sumenep Serahkan Truk Operasional KDKMP, Perkuat Ekonomi Desa

Terbit: 28 April 2026 | 12:19 WIB SUMENEP – Langkah strategis ditempuh Kodim 0827/Sumenep dalam memperkuat urat nadi perekonomian perdesaan. Penyerahan satu unit truk operasional kepada Kelompok Daerah Kerja Mandiri…

Dandim Sumenep Gaspol: Jembatan Ambunten & Bedah Rumah Warga

Terbit: 26 April 2026 | 11:31 WIB SUMENEP – Komitmen TNI dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur dan pengentasan hunian tidak layak di Sumenep kian nyata. Dandim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada,…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *