MADURAEXPOSE.com–Meski jaman digital sudah merambah kepelosok desa, namun sikap primitip menghadapi demokrasi setingkat Pilkades, dewasa ini masih dijawab dengan sikap premanisme dan celurit seolah menjadi simbol perlaawanan atas kekalahan.

Sikap jagoan itu dipertontonkan oleh dua pendikung kades dengan cara menebas kotak suara Pilkades dengan Celurit khas Madura yang tajam mengkilat.

Beruntung, aparat kepolisian segera menangkap dua pelaku tersebut yang diketahui bernama Murahwan dan Halim yang merupakan warga Desa Aeng Tong-tong, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Penangkapan Murahwan dan Halim setelah keduanya merusak kotak suara Pilkades dengan menggunakan celurit saat Pilkades Serentak di Desa Aeng Tong-tong pada Kamis,7 November 2019 lalu.

Informasi yang dihimpun dari bagian Humas Polres Sumenep menyebutkan, jika Murahwan dan Halim menebaskan celurit itu ke kotak suara Pilkades Serentak di TPS setempat pukul 15.20 WIB.

“Keduanya ini dilaporkan oleh saudara Hermanto, warga setempat dan pelaku sudah ditangkap oleh anggota kami,” kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti kepada awak media.
(red/fer)

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM