Ini Materi Kajian di Madura yang Pamfletnya Viral Tema Nabi Muhammad Kader PMII

0
216

Maduraexpose.com- Sebuah pamflet kajian yang bertemakan ‘Nabi Muhammad Sebagai Kader PMII Sejati’ viral. Pengurus pun minta maaf atas kecerobohannya hingga salah ketik atau typo saat membuat pamflet.

Setelah dibetulkan, kajian ini memiliki tema ‘Nabi Muhammad Sebagai Kader PMII Sejati’. Kajian ini digelar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) tingkat rayon di Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura.

Kajian ini digelar pada Kamis (28/10) pukul 15.00 WIB melalui Google Meet. Sedangkan untuk narasumbernya yakni Pengurus Komisariat IAIN Madura Misbahul Munir dan Pengurus Rayon Fakultas Syariah Ludfiadi.

Salah satu narasumber, Misbahul Munir juga meminta maaf atas kejadian ini. Dia menyesalkan dan menyebut PMII tidak bermaksud melecehkan atau membandingkan Nabi Muhammad dengan siapapun.

“Saya pemateri pada kegiatan diskusi. Saya sampaikan dan tegaskan mohon maaf pada seluruh pihak yang tersinggung dalam tema itu yang tepat adalah Nabi Muhammad Sebagai Panutan Kader PMII Sejati,” kata Misbahul Munir dalam video permintaan maaf yang diterima detikcom di Surabaya, Senin (1/11/2021).

Misbahul menambahkan dalam kajian tersebut, dirinya memberi materi terkait nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah. Di mana kebaikan tersebut bisa menjadi teladan dalam berorganisasi di PMII.

“Dalam kajian itu saya sampaikan nilai-nilai yang ada di PMII merupakan manifestasi dari nilai yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Jadi tidak ada kajian yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad Kader PMII sejati,” bebernya.

Sementara saat dikonfirmasi, Ketua PMII Pamekasan Moh. Lutfi meluruskan ada salah ketik dalam membuat pamflet. Lutfi menambahkan, kesalahan ketik dalam pamflet tersebut juga sudah dibenarkan. Dia mengatakan jika hal ini murni kesalahan dari panitia.

“Tema yang ada di pamflet itu salah ketik. Karena tema yang sebenarnya itu ‘Nabi Muhammad sebagai Panutan Kader PMII Sejati’,” pungkasnya.(detik)

HotNews:  Madura Award, Bupati Fauzi: Targetnya Bukan Pernghargaan, Tapi Motivasi