MADURA EXPOSE– Pembatalan Bahari Express untuk mengangkut korban gempa tsunami palu, Sulawesi Tengah asal Kecamatan Arjasa,Kepulauan Kangean Sumenep, Madura menjadi tanda tanya banyak kalangan.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Pasalnya, berdasarkan informasi yang diterima AJM News dari Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Akhmad Aminullah, pemulangan korban gempa tsunami dari Palu dari Pelabuhan Kalianget -Arjasa akan dilakukan besok, Sabtu (6/10) dengan menggunakan kapal cepat Bahari Express milik H. Akhmad Zainal Arifin ternyata mendadak digagalkan.

Sementara Akhmad Zainal Arifin,pemilik Bahari Express dikonfirmasi terkait pembatalan itu tidak menampik. Menurut dia, pembatalan itu dikarenakan cuaca ekstrem. Pihaknya mengaku adanya informasi dari pihak BMKG bahwa ombak akan naik hingga tiga meter.

“ya benar, ombak tiga meter. Jadi gagal menggunakan Bahari Express

“(Infornasi) BMKG, (ombak) 3 Meter,” paparnya melalui telpon genggamnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep Akhmad Aminullah kepada wartawan AJM (Aliansi Jurnalis Madura) mengatakan,bahwa jadwal kepulangan 5 Warga Asal Desa Angon-Angon, Kecamatan Arjasa, Sumenep terpaksa dipulangkan malam ini.

Menurut Minul, panggilan akrab Kadinsos Sumenep, pemulangan korban malam ini lebih cepat dari jadwal sebelumnya yang direncanakan besok dengan menggunakan kapal Expresss.

“Dipulangkan malam ini sekitar pukul 19.00 WIB. Jadwal dirubah karwna Bahari Express tidak bisa berangkat besok karena sesuatu dan lain hal, ” terang Aminullah kepada AJM,Jum’at 5 Oktober 2018.

Rencananya, seluruh korban akan dipulangkan malam ini dengan menggunakan Kapal Dharma Bhakti Sumekar (DBS-I).

Pihaknya berharap proses pemulangan korban tidak mengalami kendala dan selamat sampai tujuana. Namun yang pasti, lanjut Minol, percepatan proses pemulangan karena terbentur dengan kapal Bahari Express yang ternyata gagal berlayar sesuai jadwal sebelumnya.

(Saf/Fer/AJM)