INDUSTRI KONSTRUKSI INDONESIA 4.0 :Tantangan & Solusi

Terbit: 14 Maret 2019 | 17:14 WIB

https://youtu.be/oYaabpeX59M
Madura Expose. Sejak Presiden Joko Widodo menghimbau untuk seluruh rakyat Indonesia merespon Revolusi Industri 4.0, sektor industri konstruksi juga tentunya akan merespon serius akan hal ini. Namun, perlu dimengerti Revolusi Industri 4.0 pada awalnya berbasis “manufaktur”, sedangkan industri konstruksi berbasis “jasa”. Sehingga ada keunikan yang harus dipahami ketika mengimplementasikan “semangat Revolusi Industri 4.0” ke dalam bisnis jasa konstruksi di Indonesia. Mencermati sejarah Revolusi Industri 1.0 di tahun 1784 yang berbasis Mechanical Production, Revolusi Industri 2.0 di tahun 1870 yang berbasis Mass Production, Revolusi Industri 3.0 di tahun 1969 yang berbasis IT dan Elektronik, Revolusi Industri 4.0 di yang dimulai tahun 2011 berbasis Cyber Physical System-Internet of Things (IoT)-Artificial Intelligence-Big Data, menekankan pentingnya “keterhubungan, integrasi, dan kecepatan” berbagai informasi dan project delivery system.

PERMASALAHAN
Permasalahan yang penting dibahas dari postur Revolusi Industri 4.0 di atas yaitu, bagaimana potret Industri Konstruksi menyikapi Revolusi Industri 4.0? Siapkah Industri Konstruksi Indonesia menyikapi Revolusi Industri 4.0?

INDUSTRI KONSTRUKSI 4.0
Dalam beberapa hasil kajian ilmiah dan di beberapa seminar akademik, tidak mudah Industri Konstruksi Indonesia menyongsong Revolusi Industri 4.0. Isyu “keterhubungan dan terintegrasi” dalam Industri Konstruksi menuntut solusi:

A. Penguatan Kelembagaan.
Kementerian Teknis yang membina Industri Konstruksi adalah Kementerian PUPR RI. Dalam atmosfir Revolusi Industri 4.0 Industri Konstruksi memerlukan kerjasama antar kementerian lainnya. Birokrasi formil akan disederhanakan, peran antar kementerian akan dimaksimalkan.

B. Pembiayaan Proyek
Jelas dicermati, fiskal pemerintah secara khusus dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur berkisar 7%-18%. Dalam hal ini tentunya memerlukan sumber pendanaan dari berbagai pihak. Dalam hal ini tentunya peran swasta dan pihak profesional lainnya terbuka luas untuk “partnering” secara profesional.

C. Big Data
Big Data secara prinsip melayani 3 “V”, yaitu: Volume, Variety, dan Velocity. Volume dalam Big Data menuntut kemampuan melayani dari sejumlah besar kapasitas data. Sedangkan Variety mencirikan pelayanan data dari berbagai bentuk, baik model data tradisional, images, dokumentasi data, maupun data kompleks. Velocity dalam Big Data menurut Berman (2013) mencirikan data yang sangat kompleks dari berbagai sources dan data yang dinamis. Dalam hal Big Data ini selanjutnya diperlukan “pangkalan data” yang andal. Tentunya hal ini memerlukan komitmen dan kapasitas penampungan data yang teruji dan andal.

D. E-Certification
Kementerian PUPR RI mencatat masih kurang jumlah tenaga ahli yang bersertifikat untuk melayani sejumlah proyek konstruksi yang harus dikerjakan. Sehubungan dengan hal ini, model E-Certification mendukung transparansi, dokumentasi, dan ruang yang cukup besar agar para ahli dapat memiliki Sertifikasi Profesional.

E. Budaya Keselamatan
Suatu keniscayaan, budaya keselamatan mutlak dilaksanakan pada proyek konstruksi. Budaya keselamatan berlaku secara global dan sistemik secara internasional.

Selamat memasuki Industri Konstruksi Indonesia 4.0.

(red)

  • MADURA EXPOSE

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

    Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

    Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

    Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *