Ibu Tak Lagi Bernyanyi

Terbit: 16 Desember 2017 | 08:48 WIB

Ibu Tak Lagi Bernyanyi
Sajak:Denny JA

Hampir setiap pagi,
Kala matahari bernyanyi bawa fajar
Ketika burung bernyanyi mengantar hari,
Ibu juga bernyanyi.

Dengan nada, aku diajar membaca.
Dengan musik, aku diajar cinta
Akupun tumbuh
Diasuh oleh melodi.

Aku ikut bernyanyi bersama Ibu.
Ibu bersenandung,
Aku mainkan gitar.

Tapi sejak hari itu,
Matahari tetap bernyanyi,
Burung tetap bernyanyi,
ibu tak lagi bernyanyi.
Gitar teteskan air mata.

Kugali seribu cara.
kudatangkan banyak tabib
Ibu tetap tak bernyanyi.
Setahun sudah.

Aku harus berkelana
Mencari penawar.
Demikian Darta mengawali petualangan.
Mencari obat agar Ibu kembali bernyanyi.

-000-

Lima tahun pertama
Darta ke Utara
Mencari penawar pada ilmu pengetahuan.
Mempelajari rahasia alam
Menguji aneka formula

Pulang ke rumah
Dicoba formula satu per satu
Ibu tetap tak bernyanyi

Lima tahun kedua
Darta ke selatan
Mendalami aneka agama
Menelusuri berbagai aliran
Oh gaibnya rahasia semesta

Mudik ke rumah
Dicobanya aneka mantera
Melakukan ritual yang benar
Tapi ibu tetap tak bernyanyi

Lima tahun ketiga
Darta hanya di rumah
Hanya bertiga di sana:
Ibu, Darta dan Cinta.
Tetap Ibu tak bernyanyi.

Namun lahir kesadaran baru
Alam mempergilirkan.
Kini telah datang itu era:
Era ibu tak lagi bernyanyi.
Terimalah penuh.

Dari puncak pengalaman
Datang puncak kearifan:
Darta sampai di sana
Itulah singgasana.
Penduduknya hanya satu:
KeIkhlasan menerima.***

Denny JA

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Mimpi Buruk ‘Paman Sam’ di Tanah Persia: Mengapa Iran Sulit Ditaklukkan?

Terbit: 8 April 2026 | 04:00 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menyeret nama Iran ke pusaran spekulasi militer global. Di tengah “jurus mabuk” kebijakan luar…

Jari Netanyahu dan Nalar Sundar Pichai: Mengapa Algoritma Tak Bisa Dibodohi Narasi Receh?

Terbit: 20 Maret 2026 | 10:04 WIB Oleh: Redaksi Madura Expose Strategic PENGANTAR: DRAMA JARI VS LOGIKA DATA Dunia maya sedang gempar dengan hal-hal trivial. Media-media nasional bertransformasi menjadi “detektif…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *