Heboh Surat Untuk Megawati dan Kecaman Keras Laskar Macan Asia Soal PLTD Masalembu

Terbit: 25 Mei 2022 | 23:27 WIB

Sumenep (Maduraexpose.com)– Warganet dihebohkan dengan munculnya Surat versi WhatsApp (WA) yang mengatasnamakan Abdurrahman yang dibubuhi nomor kontak Handphone (HP). Namun HP yang dicantumkan atas nama Abdurrahman belum merespon konfirmasi media ini. (Nomor HP yang dibubuhkan kedalam surat untuk Megawati itu sengaja tidak disekspose karena belum terkonfirmasi).

Dalam petikan Surat yang beredar di grup Masalembu Open For Public itu berbunyi, *Surat untuk Ibu Megawati* …
Assalamualaikum War Wab…

Merdeka…

Saya, Ainur Rahman. Menantu orang Masalembu.

Saya Ingin bercerita kehidupan warga Masalembu kepada Ibu Megawati.

Kenapa cerita warga Masalembu perlu didengar oleh Ibu Megawati? Karena di Pulau Masalembu itu mayoritas pemilih PDIP.

Setiap pemilu. Pileg dan Pilpres. Kader yang diusung PDI-P pasti meraih suara terbanyak.

Sejak 2009. Anak muda Masalembu menorehkan sejarah. Baru lulus kuliah. Darul Hasyim Fath. Nyalon DPRD Kabupaten Sumenep dari PDIP.

Alhamdulillah lolos. Darul mampu membelokkan suara PKB menjadi PDIP.

Kemenangan Darul terus berlanjut setiap Pileg. Seperti Pileg 2014 dan Pileg 2019.

Emang Hebat Mas Darul. Mampu mengubah suara pemilih yang semula hijau ke merah (PDIP).

Kehebatan lain Mas Darul bisa mencipta oligarki di Masalembu.” demikian kutipan surat yang beredar di grup WA dilihat Maduraexpose.com, Rabu malam 25 Mei 2022.

Tangkapan layar grup WA

Terkait surat tersebut apakah benar dikirim ke Megawati Soekarno Putri atau hanya diedarkan di medsos belum ada kepastian. Namun sejumlah pihak tak yakin surat tersebut dikirim ke Putri Bung Karno tersebut.

Muhammad Albar salah satu anggota Grup WA itu memberikan bantahan keras atas terkait PLTD yang dikeluhkan.

“Padahal yang minta pengelola PLTD untuk berhenti bukan dari PDIP. saya ikut lho di rapat umum di pendopo Kecamatan. Burhan se acoscos minta pengelola MINGGAT. Juga iri pembicaranya. Penulisnya gak jelas tu! Gak tau Fakta,”tulis Muhammad Albar di Grup WA tersebut.

Albar yang saat dikonfirmasi melalui telpon genggamnya mengaku orang Masalembu itu menambahkan,

“PLTD hidup di bilang mahal dan termahal didunia. Mati minta di hidupkan. Maunya apa sih. Sy lebih suka “PLTD MATI”. berdasarkan atas keadilan bagi semua warga Masalembu. Wong hanya 600 warga aja yg menikmati. Di kampungku gak pernah terluka aliri PLTD gak masalah tu,”tutup Albar.

Selain itu juga beredar Voice Note yang mengaku Ketua DPP Laskar Macan Asia atas nama Abdurrahman Suhu yang ikut mengecam kebijakan Bupati terkait dengan PLTD dan Camat Masalembu yang diduga jarang ngantor.

Sementara Camat Masalembu dan Anggota DPRD Sumenep asal Masalembu Darul Hasyim Fath belum merespon konfirmasi Via WhatsApp dan telpon dari media ini. (Tim/fer)

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

    Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

    10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

    Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *