Heboh, Pengendara Mengamuk Sambil Teriaki Bupati Sumenep

0
1166
Edi J. Mengamuk di lokasi Pasar Minggu/Maduraexpose.com

MADURA EXPOSE—Sekitar pukul 22.30 WIB, seorang pengendara mengamuk sambil teriak-teriak meyebut nama bupati dan Wabup Fauzi didepa Pendopo Agung Keraton Sumenep, Sabtu Malam 7 Mei 2016.

Usut punya usut, ternyata pria ini seorang seorang aktivis LSM Sumenep yang merasa kesal karena jalan umum ditutup menggunakan pagar besi dibungkus spanduk bergambar Bupati Sumenep A.Busyro Karim dan Wabup Achmad Fauzi.

“Ini maunya apa kok main tutup segala. Tiap malam minggu ditutup begini seenaknya. Siapa yang nyuruh melakukan penutupan jalan ini. Mengganggu orang yang mau lewat saja,” teriak Edi sambil memarkir kendaraannya.

Informasinya, penutupan jalan umum dekat Pendopo dan Kantor Disbudparpora Sumenep ini berkaitan kegiatan pasar minggu yang dilakukan tiap pekan sekali. Edi menilai, kegiatan tersebut salah kaprah karena dianggap mengganggu kepentingan umum.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

“Terus manfaatnya pasar minggu ini apa? Bupati dan Wabupnya kok diam saja. Nggak mungkin bawahannya tidak melaporkan masalah ini. Dari sisi manfaatnya juga apa pasar kayak ginian. Kalau memang hanya kegiatan ceremonial, taruh saja dilapangan gotong royong itu,” ungkapnya dengan nada berang.

Edi meminta Bupati dan Wabup segera menghentikan pasar minggu yang mengganggu pengendara tersebut. Selain itu, pihaknya mencurigai, kegiatan pasar minggu yang berderet didepan Kantor PU Bina Marga itu terindikasi ada aliran dana dari Bagian Perekonomian Pemkab Sumenep.

“Saya menduga program pasar minggu di sebelah timur Taman Bunga ini terindikasi ada aliran dana dari bagian perekonomian Pemkab Sumenep. Nanti kami bongkar semua permasalahan sebenarnya,” ancam Edi sambil meninggalkan lokasi penutupan jalan. [A21/FER]