Heboh Pengakuan Debusi Soal Anggaran Desa Candi Burung

Terbit: 17 Februari 2017 | 00:04 WIB

Reporter: Adezta Mellany Citra / Red.: Ferry Arbania
MADURAEXPOSE.COM—Waktu itu jam dinding menunjukkan pukul 16.15 WIB, saat Ahmad Debusi, Ketua BPD Candi Burung yang mengaku dipecat sepihak dengan panjang lebar menceritakan banyak hal terkait permasalahan dirinya dengan pihak Kepala Desa (Kades)setempat, terutama yang berkenaan dengan sejumlah program yang membutuhkan tanda tangan seorang Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Kepada Reporter Adezta Mellane Citra, Debusi biasa dipanggil, buka-bukaan menyinggung masalah anggaran tahun 2015, dimana pada saat itu, pihaknya mengaku diminta tanda tangan oleh pihak Camat. Tak ayal, dirinya mengaku kaget, karena yang meminta tanda tangan bukan Kades setempat.

“Ini, gini lho Mbak. Masalah yang pertama tentang anggaran 2015 ya, khan ada Pak Camat kesini, untuk menayankan tentang anggaran, minta tanda tangan ke saya. Saya keget, loh kenapa Pak Camat Kalau minta tanda tangan ke saya,”ungka Ahmad Debusi, Ketua BPD Desa Candi Burung yang saat ini mengaku akan menempuh jalur hukum ke PTUN tersebut.

Beberapa detik kemudian, Debusi melanjutkan kisahnya dengan nada terheran-heran karena diminta tanda tangan oleh pihak Camat. Dengan nada tenang dan berapi-api, Debusi kembali menceritakan beberapa hal yang berkaitan dengan pemerintahan desa, yang menurutnya sarat dengan kejanggalan.

“Saya, kata saya (sih Mbak) ya karena ini dibutuhkan . Loh dulu Pak Camat yang mulai 2013-2015 ini tidak ada loh kok pak. Tidak ada kesini ya gimana Kepala Desanya kayak ini. Ya, kenapa Kepala Desanya, kok sampai Pak Camat turun sendiri, kenapa Kepala Desanya nggak kesini, sedangkan rumah saya tidak dipagar besi. Pintu selalu terbuka,” beber Debusi lagi menirukan percakapannya dengan Camat.

Sambil memegang alat perekam, pertanda tidak keberatan, Debusi terus bertutur tentang anggaran 2015 dan tetek bengeknya kepada Maduraexpose.com. Dengan logat bahasanya yang masih kental Madura nya, dirinya juga menyampaikan keheranannya.

“Kenapa Bapak, ada isnya nggak kesini. Ada apa ini lho Pak? Ya, saya tidak tahu, tentang masalah ini selanjutnya. Pak Camat ini mau tekan sama saya, tolong dik, saya ini ingin, mau kebijakan sampean. Karena kalau tanda tangan tidak selesai saya dimarahi sama Bupati.,” bebernya lagi sambil memperbaiki posisi duduknya.

“Loh, kok mau dimarahi Bupati ada apa ? Saya pak begini,lupa, tanpa saya yang 2015 keluar lupa. Kenapa Sekarang ini tidak, tanpa saya kok sampai bapak camat kesini, ada apa?Jadi, gini loh Pak, saya mau untuk bertanda tangan, tapi saya mau nanya dulu sama anggota karena dari dulu Pak Kades ini tidak ada permusyawaratan untuk bangunan tidak ada gitu,” ungkap Debusi melanjutkan kisahnya dengan seorang camat.

” Jadi, Pak gini, saya takut ada apa-apa. Jadi, saya nanya sama anggota-anggota perangkat perangkat gitu, gimana ini. Eh, jangan kayak gitu ya khan? Karena dari dulu perangkat anggota BPD sama Pamong tidak ada permusyawaratan bangunan”, sambungnya lagi sambil menceritakan dengan rinci berbagai kejanggalan yan diduga menyeret banyak pihak tersebut.

Sebelumnya, Kades Candi Burung, Fauzan, saat dikonfirmasi dirumahnya, membenarkan pemecatan Ketua BPD Ahmad Debusi, karena yang bersangkutan dinilai sering tidak sejalan. [dez/fer]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Sembilan Jam Pamekasan dalam Bidikan Korsubgah KPK

Terbit: 10 April 2026 | 05:00 WIB MADURAEXPOSE.COM – PAMEKASAN – Pertemuan tertutup selama sembilan jam antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Pemerintah Kabupaten Pamekasan di Pendopo Ronggosukowati menjadi sinyal…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *