MADURAEXPOSE.COM— Diera yang keterbukaan informasi yang semakin canggih saat ini, seluruh komponen mulai Bupati, Wabup dan seluruh pejabat dan masyarakat Sumenep diharapkan bisa bekerjasama dengan pihak Pemkab Sumenep dalam mengatasai berbagai persoalan yang sudah terlalu lama belum terpecahkan, semisal ratusan bidang tanah Pemkab yang diduga belum bersertifikat.

“Mumpung Wabup Sumenep itu baru menjabat, dan beliau sudah lama di Jakarta, setidaknya mampu menciptakan solusi bagi Bupati Sumenep dalam menyelesaikan masalah yang masih menumpuk, salah satunya soal bidang tanah yang hampir mencapai seribu bidang tak bersertifikat,” ujar Tedy Muhatdy kepada Maduraexpose.com, Selasa (14/3/2017).

Belum bersertifikatnya ratusan bidang tanah Pemkab Sumenep itu terungkap dari informasi yang diberikan oleh Tim Penertiban Aset (TPA) kepada awak media, kemarin.

Menurut Carto, pihaknya telah bersusah payah dengan seluruh komponen yang tergabung dalam Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna memecahkan sengkarut bidang tanah Pemkab yang hingga saat ini belum bersertifikat. Pihaknya mengaku harus bekerja ekstra dalam melakukan rekapitulasi, utamanya dalam memastikan apakah ratusan lahan yang belum bersertifikat itu dalam bentuk bangunan atau seperti apa.

“Namun yang jelas ada sekitar 956 bidang yang harus kami rekapitulasi bersama tim. Kami belum tahu pasti, apakah sudah dalam bentuk bangunan semua atau tidak. Intinya, kami harus bekerja ekstra,” terang Carto yang saat ini juga menjabat sebagai Plt. Kasatpol PP dan Asisten Pemerintahan Setkab Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Carto menambahkan, saat ini tim tengah menggodok persiapan awal untuk menentukan berapa aset yang paling memungkinkan untuk bisa disertifikat. Hal itu,lanjutnya, tidak bisa dikerjakasan sekaligus.

“Kita hitung dulu berapa aset milik daerah yang siap disertifikat. Langkah awal nanti kami undang dari pihak BPN aatu Badan Pertanahan Nasional,” pungkasnya. [Zam/Fer]

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM