H.Herman Dali Kusuma saat berbincang dengan penjual rujak di Pasar Bangkal, Kecamatan Kota, Sumenep, Madura, Jawa Timur. (Dok.Maduraexpose.com)

MADURA EXPOSE– Kedatangan Ketua DPRD Sumenep, H.Herman Dali Kusuma ke Pasar Bangkal menjadi perhatian kalangan wartawan, karena baju yang dikenakan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berwarna merah semirip warna kebesaran Partai PDI Perjuangan.

Saat itu, Herman bersama Ketua dan Anggota Komisi II DPRD setempat dalam rangka mengecek kelayakan lahan yang hendak dijadikan tempat relokasi PKL Taman Adipura yang terlanjur direlokasi sejak 1 Syawal 1437 H silam.

Pantauan Madura Expose di Area Pasar Bangkal, Ketua Dewan tampak menyibukkan diri dengan berbincang-bincang langsung dengan sejumlah pedagang pracangan dan pemilik warung yang berjualan rujak dan kerupuk.

“Saya mau beli kerupuknya aja Bu, dengan harga Rp 20 ribu. Dan goreng pisang ini juga untuk teman-teman media yang kebetulan meliput disini,” ujar H.Herman Dali Kusuma, mengawali perbincangannya dengan tukang rujak di Pasar Bangkal, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Sesaat kemudian, Herman meninggalkan penjual rujak tersebut dan langsung menuju sebuah lahan kosong dekat bahu jalan di pasar itu. Konon lahan kosong itu akan dijadikan tempat relokasi ratusan PKL yang saat ini mulai tidak betah berjualan di area depan lapangan karapan sapi, dengan alasan sepi pembeli. Politisi asal Kecamatan Talango itu sejenak berbaur dengan Ketua dan Anggota Komisi II DPRD yang juga ikut meninjau lokasi.

Masih dengan gaya bertuturnya yang ceplas ceplos dan terkesan selenge’an, Herman memesan beberapa jenis minuman di salah satu kios toko tak jauh dari lahan yang diproyeksinya sebagai tempat relokasi ratusan PKL.

Rupanya, tukang rujak yang beberapa jam sebelumnya bercakap-cakap dengan Herman Dali Kusuma tidak mengetahui, jika orang yang ngobrol bersamanya itu adalah Ketua DPRD Sumenep.

“Aduh anak, buleh tak oneng jhek oreng se gi’ buruh katoanah dewan (Ya ampun, saya benar-benar tidak tahu kalau yang ngobrol sama saya tadi itu ketua dewan,Red),” ujar seorang nenek penjual rujak di Pasar Bangkal kepada Madura Expose.

Untuk diketahui, pasca relokasi, ratusan PKL mengaku kecewa karena tempat relokasi yang mereka tempati di area Lapangan Giling itu dinilai tidak layak dan membunuh pendapatan ratusan pedagang. Mereka menuntut Wakil Bupati Achmad Fauzi segera menepati janjinya untuk mengembalikan ratusan PKL tersebut ke Taman Adipura, manakala tempat yang baru mereka tempati itu tidak menjanjikan.

Versi PKL, dari awal, Wabup Sumenep mengatakan jika persoalan relokasi itu mutlak ditangannya dengan alasan Bupati sudah menyerahkan sepenuhnya kepada Wabup. Namun belakangan, Wabup Achmad Fauzi menyatakan persoalan relokasi PKL ini sepenuhnya ditangan Busyro Karim selaku Bupati. “Kalau PKL menginginkan kembali lagi ke Taman Adipura, ya mongo silahkan, nanti kami sampaikan kepada Pak Bupati,” terang Wabup Achmad Fauzi kepada awak media. [Ferry]