Gaduh Antar Kontraktor Sumenep, Sejumlah Proyek Terancam Runyam

0
1327
Forum Kontraktor Sumenep (FKS) melakukan aksi unjuk rasa depan kantor Pemkab Sumenep, Madura, Jawa Timur.

MADURAEXPOSE.COM–Sejak beberapa hari terakhir, hubungan baik antar kontraktor maupun rekanan proyek di Kabupaten Sumenep mulai tampak runyam, menyusul munculnya gugatan dari Forum Kontraktor Sumenep (FKS) yang dilancarkan melalui aksi unjuk rasa didepan Kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura,Jawa Timur, Senin [24/07/2017] lalu.

Pasalnya, mereka menyoal Pelaksanaan lelang sejumlah proyek di Dinas Sumber Daya Air dan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman oleh LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik). Pelaksanaan itu dinilai tidak objektif dan ada kesan permainan atau kongkalikong.

Hal itu terungkap dalam aksi yang digelar orasi secara bergantian terkait tidak fairnya proses lelang. Hingga adanya dugaan dominasi proyek oleh satu kontraktor.

Setelah puas melakukan orasi, mereka langsung melakukan audensi dengan wakil bupati Sumenep Achmad Fauzi dan Kabag Pembangunan Agus Dwi Syaputra.

Dalam audensi,Terjadi debat yang cukup alot antara pihak pemkab dan kontraktor berlangsung sekira 1 jam lebih yang diikuti oleh sejumlah media.

Kordinator aksi Imam Syafii menjelaskan, dalam pelaksanaan lelang diduga ada permainan. Indikasinya, hasil dari rekanan didominasi oleh satu rekanan cs.yang memang tidak asing di Kabupaten Sumenep. Padahal, banyak kontraktor di kota Sumenep. “Selain itu, pelaksanaan di waktu yang mepet. Ada yang digugurkan, ” ungkapnya.

Selain itu dia mengungkapkan, pelaksnaan tender di bawah 1 miliyar ternyata SKA. Padahal, seharusnya tidak usah. Jadi, pihaknya menduga kuat ada permainan dengan oknum di LPSE maupun dengan instansi terkait. “Jadi, kami tidak paham ini permainan tingkat tinggi. Tapi, kami menduga kuat ada kongkalikong dengan oknum, ” ucapnya.

Untuk itu, menurutnya, pihaknya meminta pihak terkait untuk membuka dokumen penawaran untuk buka secara umum. Itu agar tampak transparan dan bisa diketahui. “Bukan soal kami kalah. Tapi, soal objektif. Kalau memang tidak ada kejanggalan ya kami legowo kok, ” tuturnya.[Ferry]