Fraksi PPP Berencana Polisikan Mafia Beras di Program BPNT Sumenep

Terbit: 19 Januari 2020 | 21:08 WIB

MaduraExpose.com, Sumenep–Persoalan Beras Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang diberikan kepada KPM diduga tak layak konsumsi, membuat Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Sumenep, meradang karena beras merupakan kebutuhan primer seluruh KPM.

Ketua Fraksi PPP DPRD Sumenep, H Abd Latif mengaku sangat prihatin dan jika benar dugaan adanya mafia beras BPNT di Sumenep untuk tidak segan-segan menyeret persoalan tersebut ke jalur hukum.

Bos Water Park ini juga mengaku banyak menerima keluhan dari kalangan seperti persoalan jeleknya kualitas beras dan sebagian lagi mengaku BPNT tersebut.

“Beras yang tidak layak dikonsumsi sama halnya meracuni masyarakat, jadi prilaku ini sudah kurang manusiawi, siapapun pelakunya harus ditangkap dan diusut,” kecam H. Latif politisi PPP DPRD Sumenep ini kepada awak media.

Sebagai anggota DPRD yang nota bene sudah diberi kepercayaan oleh masyarakat,pihaknya mengaku siap untuk mengawal demi kesejahteraan rakyat.

“Saya sebagai anggota DPRD dari PPP, dengan tegas akan mengawal kasus beras BPNT hingga tuntas ke jalur hukum” ujarnya.

Disinggung apa target dari rencana pelaporan sengkarut bantuan beras itu ke pihak berwajib, Latif berharap ada efek jera.

“Siapapun pelakunya, kalau tidak dilaporkan, tidak akan jera dan bisa jadi tambah liar,” tutupnya. (Arbania)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Mimpi Buruk ‘Paman Sam’ di Tanah Persia: Mengapa Iran Sulit Ditaklukkan?

Terbit: 8 April 2026 | 04:00 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menyeret nama Iran ke pusaran spekulasi militer global. Di tengah “jurus mabuk” kebijakan luar…

Jari Netanyahu dan Nalar Sundar Pichai: Mengapa Algoritma Tak Bisa Dibodohi Narasi Receh?

Terbit: 20 Maret 2026 | 10:04 WIB Oleh: Redaksi Madura Expose Strategic PENGANTAR: DRAMA JARI VS LOGIKA DATA Dunia maya sedang gempar dengan hal-hal trivial. Media-media nasional bertransformasi menjadi “detektif…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *