Reporter:Septika Wahyu Diananda

MADURAEXPOSE.COM–Demi mewujdukan adanya kemudahan terkait transportasi, pemerintah saat ini sedang gencarnya membangun infrastruktur. Langkah ini didengungkan sebagai upaya untuk meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat semikain terjangkau.

Tak terkecuali di Jawa Barat, pemerintah saat ini sedang melakukan pembangunan infrastruktrur, seperti tol Cipali dan Bandara Internasional Kertajati Majalengka. Pembangunan ini dianggap sebagai suatu hal yang strategis untuk memajukan perekonomian di suatu daerah.

Untuk itu, Forum Saresehan Kota Cirebon (Forum Sekoci) menggelar dialog strategis nasional untuk membahas pembangunan infrastruktur di Jawa Barat, yang berlangsung gedung Islamic Cirebon Centre (ICC) Kota Cirebon, Jum’at, 26 Januari 2017. Sedangkan tema kegiatan ini adalah : “pengaruh infrastruktur transportasi publik terhadap peningkatan perekonomian masyarakat ”

Dalam dialog ini, hadir sebagai pembicara mantan walikota Cirebon, Subardi, anggota DPRD Kota Cirebon dari Komisi A, Dani Mardani SH MH, pakar ilmu teknik, Edi Mulyana.

Dalam kesempatan itu, Subardi menjelaskan pembangunan infrastruktur di Jawa Barat harus disikapi sebagai momentum untuk memajukan perekonomian masyarakat. Karena menurutnya, kemajuan di suatau daerah tidak terlepas dari adanya infrastruktur yang baik

Mak itu, ia menyambut positif dengan adanya pembangunan Bandara Kartajati di Majalengka. “pelaku usaha kecil menengah nantinya bisa terbantu dengan banyaknya wisatawan yang masuk. Disamping itu, adanya bandara ini juga berimbas baik pada perekonomian di daerah seperti Cirebon dan Indramayu”. Ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat yang berada di Jawa Barat tidak perlu khawatir adanya dengan pembangunan ini. Sebab, antara ketiga kota itu nantinya saling mengintegrasikan terkait adanya pembangunan. Karena selain pembangunan Bandara, di Cirebon juga ada tol cipali.

Sementara Dani Mardani lebih menyinggung terkait regulasi pembangunan infrastruktur, menurutnya, memanag pada awalnya ada masalah terkait pembangunan Bandara, maupun tol cipali. Karena keduanya, selalu dibenturkan dengan persoalan pembebasan lahan. Namaun demikian, ia mengaku kalau DPRD sebagai lembaga pengawas selalu mencermati dari proses pembangunan itu.

Ia menjelaskan kalau pembangunan itu sudah tidak ada masalah lagi dengan persoalan pembebasan lahan maupun dari segi regulasinya. Sebab,kata dia, pemerintah telah menempuh proses dari awal pembangunan ini dengan prosedur yang baik, pembebasan lahan juga sudah diselesaiikan. Untuk itu, ia meminta masyarakat untuk lebih memikirkan dampak positifnya, karena adanya pembangunan ini bisa menjadikan masyarakat menjadi maju secara ekonomi.

“Daya penjualan dari sektor unit usaha menengah ke bawah akan terbantu dan bisa mendongkrak penghasilan. Dikarenakan mereka akan disibukkan dengan datangnya wisatawan” katanya.

Pembicara terakhir, Edi Mulyana memaparkan materinya potensi lokal di Jawa Barat. Ia mencertiakan banyak potensi lokal yang terdapat di Majalengka, Cirebon dan Indramayu yang bisa di perkenalkan ke halayak ramai. Disamping itu, potensi loka itu nantinya bisa membantu masyarakat sekitar menjadi lebih sejahtera.

Menurutnya, pembangunan Bandara Kartajati di Majalengka akan menjadi Bandara Terbesar kedua setelah Bandara Soekarnohatta. Maka disayangkan, apabila nantinya Bandara ini ketika beroperasi tidak digunakan sebaik mungkin.

“Bagaimapun soal pembangunan Bandara itu akan menjadikan ketiga wilayah itu maju. Karena nantinya Bandara ini bisa menampung hingga 5,6 juta orang. Itu bisa digunakan sebagai acuan Jawa Barat nantinya banyak wisatawan asingnya” katanya.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Sementara Koordinator Forum Sekoci, Wawan Hermawan SpdI menagatakan Kita semua tahu, bila pembangunan transportasi di Cirebon dan sekitarnya begitu pesat. Diantaranya yang berskala nasional sudah ada tol Cipali dan Bandara Internasional Kertajati Majalengka yang sedang dalam proses pembangunan. Kedua infrastruktur ini jelas akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, kita bahas bagaimana agar dampak yang dirasakan adalah dampak positif,”[*]