Fakta Sejarah, Madura Pernah Jadi Negara

Terbit: 26 Maret 2017 | 16:48 WIB

MADURAEXPOSE.COM–Gerakkan untuk menjadikan Madura sebagai provinsi terus digulirkan. Pulau Madura yang terbagi menjadi empat kabupaten yakni Bangkalan, Sampang, Sumenep, dan Pamekasan ditargetkan lepas dari Provinsi Jawa Timur pada 16 Agustus 2016.

Jika sejarahnya ditengok, pulau seluas 5.168 kilometer itu ternyata pernah menjadi suatu negara. Sekretaris Panitia Persiapan pembentukan Provinisi Madura (P4M) Jimhur Saros mengatakan, hal itu terjadi pada 1948. “Di mana Presiden Madura dijabat oleh Wali Negara Raden AA Cakraningrat,” ujarnya.

Jimhur menambahkan, Negara Madura pada waktu itu juga memiliki bendera berwarna Hijau dan Putih. Namun, negara itu tidak bertahan lama, hanya bertahan selama dua tahun saja. “Pada tahun 1950 Negara Madura bubar dan kembali bergabung ke Indonesia,” ucapnya.

Oleh karena itu, ada beragam alasan kenapa Madura dinilai layak menjadi provinsi sendiri. Selain faktor sejarah, Madura merasa diperlakukan tidak adil karena tidak pernah mendapatkan hasil pengelolaan Migas di derah itu. “Hasil Migas untuk Madura tak sampai 3 persen, ini sungguh tidak adil,” kata Jimhur.

Belum lagi persoalan infrastruktur. Selama ini belum ada penambahan jalan di Madura. Jalan sepanjang 180 kilometer yang memanjang dari Kamal hingga Sumenep, sampai saat ini juga tak pernah diperlebar. Padahal jalan itu peninggalan Belanda.

(abp/okz/ant)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *