Deklarasi Provinsi madura/Net

MADURAEXPOSE.COM–Gerakkan untuk menjadikan Madura sebagai provinsi terus digulirkan. Pulau Madura yang terbagi menjadi empat kabupaten yakni Bangkalan, Sampang, Sumenep, dan Pamekasan ditargetkan lepas dari Provinsi Jawa Timur pada 16 Agustus 2016.

Jika sejarahnya ditengok, pulau seluas 5.168 kilometer itu ternyata pernah menjadi suatu negara. Sekretaris Panitia Persiapan pembentukan Provinisi Madura (P4M) Jimhur Saros mengatakan, hal itu terjadi pada 1948. “Di mana Presiden Madura dijabat oleh Wali Negara Raden AA Cakraningrat,” ujarnya.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Jimhur menambahkan, Negara Madura pada waktu itu juga memiliki bendera berwarna Hijau dan Putih. Namun, negara itu tidak bertahan lama, hanya bertahan selama dua tahun saja. “Pada tahun 1950 Negara Madura bubar dan kembali bergabung ke Indonesia,” ucapnya.

Oleh karena itu, ada beragam alasan kenapa Madura dinilai layak menjadi provinsi sendiri. Selain faktor sejarah, Madura merasa diperlakukan tidak adil karena tidak pernah mendapatkan hasil pengelolaan Migas di derah itu. “Hasil Migas untuk Madura tak sampai 3 persen, ini sungguh tidak adil,” kata Jimhur.

Belum lagi persoalan infrastruktur. Selama ini belum ada penambahan jalan di Madura. Jalan sepanjang 180 kilometer yang memanjang dari Kamal hingga Sumenep, sampai saat ini juga tak pernah diperlebar. Padahal jalan itu peninggalan Belanda.

(abp/okz/ant)