Sumenep, MaduraExpose.com- Eko Suhartono Hadie (Esha) mantan anggota DPRD sumenep priode 1992-1997 mengkritisi berbagai study banding maupun lunjungan kerja (Kungker) yang dilakukan anggota dewan yang terkesan tanpa tindak lanjut yang berarti.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Hala tersebut, lanjut Eko, karena hasil kungker maupun study banding yang menghabiskan uang rakyat hingga ratusan juta itu nyaris tak pernah di paripurnakan.

” Suatu bukti, setiap kunjungan kerja oleh anggota DPRD sumenep tidak pernah di paripurnakan. Okelah tidak undang-undang yang mewajibkan Hal tersebut”, sesalanya saat berbincang dengan MaduraExpose.com, Kamis malam (12/2/2015).

Eko menilai pentingnya paripurna hasil kungker anggota dewan tersebut supaya terjadi tranparansi antara legislatif dengan pihak eksekutif.

“Rakyat juga bisa tau kegiatan yang dilakukan wakil rakyatnya di tempat kungker maupun study banding”, tandasnya.

Pihaknya menambahkan, selama kegiatan kungker maupun studi banding hanya dijalankan tanpa kejelasan melalui paripurna, pihaknya yakin kegiatan tersebut akan menjadi beban moral bagi wakil rakyat dilembaga Legislatif.

“Rakyat juga ingin tahu kegiatan maupun hasil. Kungker yang menelan APBD hingga ratusan juta. Intinya harus Ada yang memulai”pungkasnya.

(fer)