Kades Ambunten (Foto:MaduraExpose.com)

Sumenep (MaduraExpose.com) – Kekecewaan warga terhadap ulah para penambang pasir liar di kawasan pesisir Desa Ambunten Tengah, Kecamatan Ambunten, Sumenep rupanya tak terbendung lagi.
Terbukti, pada Kamis siang, warga desa beramai-ramai membakar pos penambangan pasir liar yang selama ini dinilai merusak lingkungan.
Informasi yang dihimpun MaduraExpose.com di lokasi menyebutkan, sebelum aksi pembakaran dilakukan, warga Desa Ambunten Tengah pura-pura ikut melakukan penambangan pasir dengan tujuan menghentikan paksa para penambang liar yang tengah beroperasi.
Sayangnya, rencana penduduk setempat tercium para penambang liar yang memilih kabur sebelum berurusan dengan jumlah massa yang sangat banyak. Merasa kesal dan tersulut emosi yang memuncak, warga desa melampiaskan kekesalannya dengan cara membakar pos penambang pasir liar, yang selama ini digunakan beristirahat.
Selain membakar posko penambang pasir liar, warga juga menutup paksa seluruh akses jalan utama menuju penambangan dengan cara merobohkan pohon asam besar sebagai penutup jalan.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Warga mengaku kesal dengan maraknya penambangan liar yang makin merajalela. Jika tidak segera dihentikan, warga khawatir akan semakin merusak lingkungan dan mengancam keselamatan pemukiman penduduk setempat.
“Warga sudah tidak sabar dengan adanya penambangan liar di desa kami. Sudah berapa kali kami melaporkan masalah ini ke pihak Kepala Desa dan pihak-pihak terkait lainnya agar ulah mereka dihentikan.

Namun tidak pernah digubris oleh para penambang pasir liar. Ya akhirnya begini, warga bertindak sendiri.”, ujar Ali Ridha, tokoh masyarakat Desa Ambunten Tengah, Kamis (21/5/2015).

Sementara Kepala Desa Ambunten Tengah, saat dikonfirmasi dilokasi membenarkan pernyataan warga tersebut.

Menurutnya, selama ini, sepak terjang para penambang pasir liar cukup meresahkan. Mereka mengeruk pasir tidak hanya siang hari, tetapi juga pada malam hari.
“Harapan warga Desa kami supaya pihak aparat dan pemerintah daerah segera melakukan tindakan tegas, supaya para penambang pasir liar itu segera ditangkap dan diproses secara hukum”, ujar Fatmiatun, Kepala Desa Ambunten Tengah, Kecamatan Ambunten, Sumenep, Madura, Jawa Timur.
(m2d/fer)