
Sumenep, MaduraExpose.com- Dari waktu ke waktu, kasus beras miskin (raskin) di Kabupaten Sumenep, Madura tak pernah lepas dari masalah. Mulai dari persoalan adanya dugaan penyimpangan hingga raskin berulat ataupun berkutu maupun yang sudah membusuk tetap saja diberikan kepada warga penerima manfaat.
Terakhir, beredar informasi dari kalangan warga,jika pendistribusian raskin busuk itu tak lepas dari perang Bulog Sumenep, Madura. Terbukti, setelah hari ini, anggota DPRD setempat menindak lanjuti laporan warga dengan melakukan sidak ke Gudang BUlog Sumenep, ditemukan sedikitnya 45 ton raskin berkutu disimpan digudang Bulog.
“Kami minta pihak Bulog Sumenep segera menghentikan pendistribusian raskin yang tidak layak dan sudah berkutu ini ke masyarakat. Ini bahaya bagi kesehatan dan kalau sampai dimakan warga miskin pasti bisa menimbulkan penyakit”, ujar Herman, Ketua DPRD Sumenep, Rabu (27/5/2015).
Sementara Aminullah alis Si Minol, Kepala Gudang Bulog Sumenep dikonfirmasi awak media berdalih, beras yang tidak layak memang tidak didistribusikan khawatir mendapat protes dari penerima manfaat. Dia mengakui, jika bersa jelek yang sudah berkutu itu diambil sisa-sianya untuk diolah lagi dan dikemas lagi kedalam sak beras bulog.
Ia juga beralibi, saat ini gudang Bulog hanya menyisakan 4 ton raskin hingga membuat distribusi terhambat.
“Padahal kebutuhan kita tiap bulannya paling sediiit 1700 ton beras”, ujarnya.
(m2d/fer)



![Itjenad TNI AD turun langsung ke Sumenep! Verifikasi ketat dilakukan di Yayasan Al-Itqan untuk memastikan program pemenuhan gizi (SPPG) berjalan transparan dan tepat sasaran. Akuntabilitas jadi kunci utama. [Foto: Dok. Kodim Sumenep For Madura Expose] Itjenad TNI AD turun langsung ke Sumenep! Verifikasi ketat dilakukan di Yayasan Al-Itqan untuk memastikan program pemenuhan gizi (SPPG) berjalan transparan dan tepat sasaran. Akuntabilitas jadi kunci utama. [Foto: Dok. Kodim Sumenep For Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776767695/itjenad-verifikasi-sppg-yayasan-alitqan-sumenep-2026_ojv6t1.jpg)


![Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776667033/upacara-17an-kodim-0827-sumenep-april-2026_wuyqj7.jpg)
![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)