Maduraexpose.com, Sumenep–Diduga sembrono alias lalai saat melayani pasien penderita sakit iantung bernama Habsah ( 70 tahun)asal Desa Ging-Ging, Bluto Sumenep nyawanya tak tertolong saat dirawat di RSUD Moh. Anwar Sumenep.

Dugaan kecerobohan petugas RSUD Sumenep diungkap oleh anak korban Badrun Nuri. Sebelum di bawa ke RSUD sumenep, ibunya dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Garam Kalianget sejak tanggal 10 Februari 2020.

“Kemudian dirujuk ke rumah sakit Sumenep (RSUD, Red) pada Rabu 19 Februari, ” kisah Nuri dengan suara sedih.

Setelah mengetahui pelayanan di RSUD tidak sesuai dengan yang diharapkan hingga mengakibatkan Ibunya meninggal, Nuri mengaku sangat menyesal telah membawa ke rumah sakit terbesar di Kabupaten Sumenep tersebut.

“Awalnnya saya mengira, setelah ibu saya dipindah ke RSUD ini akan mendapat pelayanan medis yang lebih memadai. Malah kami menduga ada pelanggaran berat yang sangat disayangkan.

Nuri menilai, pihak RSUD Moh Anwar Sumenep diduga kuat melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) saat memberikan pelayanan medis kepada Habsah, Ibu Kandungnya.

“Contohnya, saat petugas menangani Ibu saya, petugas RSUD tidak meminta persetujuan pihak keluarga kami untuk mengganti alat medis seperti selang oksigen dan petugasnya juga tidak membawa alat medis yang lengkap,”tandas Nuri.

Akibat penggantian selang oksigen yang diduga asal-asalan tanpa peralatan medis yang lengkap berakibat fatal terhadap ibunya.

“Nafas Ibu saya berakhir setelah oksigen masker dibuka beberapa waktu saat pemasangan selang kecil. Setelah itu Ibu saya terlihat kesakitan dan memuntahkan cairan menyerupai darah,” kenang Nuri dengan mata berkaca-kaca.

Nuri juga menuding pihak RSUD Moh Anwar Sumenep telah lalai saat menangani ibunya. Pihaknya kemudian melayangkan surat protes kepada pihak rumah sakit melalui beberapa media.

Terbaru, akibat sering diberitakan media online, membuat Direktur RSUD sumenep Erliyati meminta maaf langsung ke rumah duka
pada 20 Februari 2020 untuk meminta maaf dan mengakui kelalain kariawannya itu.

Kendati sudah ada permintaa maaf dari pihak RSUD, Nuri berharaP proses hukum tetap dilanjutkan. Pihakmya juga menyeret kasus kematian ibunya ke sejumlah pihak terkait seperti instansi di Pemkab dan DPRD Sumenep.

Sementara Erliyati Direktur RSUD Sumenep saat ditanya awak media membenarkan soal kedatangannya ke rumah Nuri bersama rekan-rekannya.

“Iya saya sudah ke sana (rumah duka, Red) untuk meminta maaf kepada pihak keluarga,” ujarnya kepada awak media. (san/fer)