Dudung Abdurachman: di Kepala Pak Prabowo Hanya Negara, Tak Ada Kepentingan Pribadi

Terbit: 28 Januari 2024 | 03:02 WIB

Serang – Prabowo Subianto, calon presiden nomor urut 2, menghadiri acara Ndaru Bersalawat “Seribu Ulama-Sejuta Santri” di Serang, Banten, Sabtu, 27 Januari 2024. Dalam acara tersebut, selain anggota TKN Prabowo-Gibran, nampak beberapa tokoh seperti mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman; dan mantan Kepala BNPT Boy Rafli Amar.

Purnawirawan dari TNI AD dan Polri tersebut hadir mengenakan kemeja biru muda yang merupakan ‘seragam’ pendukung Prabowo-Gibran. Pada kesempatan tersebut, Dudung mengajak masyarakat Banten untuk mendukung Prabowo-Gibran, paslon nomor urut 2. “Saya orang Serang, kampung saya di Cilegon. Jadi kalau Pak Dudung melu (ikut) Pak Prabowo, melu kabeh. Setuju? Setuju ya?” kata Dudung yang langsung disambut jawaban ‘setuju’ oleh massa yang hadir.

“Satu putaran! Satu putaran! Satu putaran,” lanjut dia.

Dudung lalu mengungkapkan bahwa dirinya mengenal Prabowo dengan baik. Di mata Dudung, Prabowo adalah sosok nasionalis sejati, yang selalu mementingkan bangsa serta rakyat Indonesia.

“Saya kenal betul Pak Prabowo, sama-sama tugas di daerah operasi. Dan di mana-mana, beliau dadanya kalau dibelah, merah putihnya masih jam 12, berkibar,” ucap Dudung.

Ia yakin Prabowo dapat memimpin Indonesia ke arah yang lebih baik. Pasalnya, lanjut Dudung, yang ada di benak seorang Prabowo hanyalah bangsa, negara, dan rakyat Indonesia. “Di benak, kepalanya hanya bangsa dan negara. Tidak ada kepentingan pribadi, hanya kepentingan bangsa dan negara. Saya yakin itu, makanya saya maju demi mendukung Pak Prabowo. Hidup 02! Hidup 02! Hidup 02!” tegas Dudung.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Mimpi Buruk ‘Paman Sam’ di Tanah Persia: Mengapa Iran Sulit Ditaklukkan?

Terbit: 8 April 2026 | 04:00 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menyeret nama Iran ke pusaran spekulasi militer global. Di tengah “jurus mabuk” kebijakan luar…

Jari Netanyahu dan Nalar Sundar Pichai: Mengapa Algoritma Tak Bisa Dibodohi Narasi Receh?

Terbit: 20 Maret 2026 | 10:04 WIB Oleh: Redaksi Madura Expose Strategic PENGANTAR: DRAMA JARI VS LOGIKA DATA Dunia maya sedang gempar dengan hal-hal trivial. Media-media nasional bertransformasi menjadi “detektif…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *