Demo Mahasiswa ini mengusung tema Degradasi Kepemimpinan (Foto:Ferry Arbania/Maduraexpose.com)

Maduraexpose.com- Pada bulan Maret 2013 lalu, sekelompok mahasiswa yang mengaku sangat mencintai kepemimpinan Abussidik (A.Busyro Karim-Soengkono Sidik) mendesak kalangan DPRD Sumenep untuk membentuk Pansus Nikah Siri Bupati Sumenep, yang saat itu digoncang isu tidak sedap.

Agar tidak menimbulkan fitnah yang bisa membuat resah masyarakat, para aktivis ini meminta Bupati memberikan tanggapan apakah isu tersebut benar atau tidak.

Rupanya, hingga saat ini, kalangan media mengaku masih belum mendapat jawaban apapun terkait isu yang terus berkembang dan menjadi opini negatif ditengah masyarakat.

Dari isus tersebut, mahasiswa pengunjuk rasa, mengusung sebuah poster bergambar Bupati Sumenep yang isinya berisi kritik pedas dan sorotan tajam, hingga mereka menyebutnya dengan istilah Degradasi.

“Degradasi Kepemimpinan  A Busyro Karim, Nikah Itu Bukan Mainan”,   demikian bunyi tulisan ber gambar Bupati Sumenep dan seorang perempuan berjilbab, berikut mandi bareng dengan artis hot Ayu Azhari.

Poster dalam bentuk banner apik itu dibawa ratusan mahasiswa, sebagai protes terhadap bupati  yang mereka sebut dalam istilah Degradasi. Pemahaman degradasi dalam kamus bahasa Indonesia online diartikan  sebagai Kemunduran, Kemerosotan, Penurunan, dsb (tentang mutu, moral, pangkat, dsb).

Eko Wahyudi, Ahmad Zainullah saat itu berada di garda depan pergerakan mahasiswa pengunjuk rasa.

(bbs/mem/Ars/fer)

 

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM
HotNews:  Khawatir Perburuk Keadaan, Ketua Demokrat Sumenep Akan Panggil Indra Wahyudi