Eks Legislator Sumenep Soroti Seleksi Sekda: Syahwan Mundur, Djoni Tunaidy Ingatkan Integritas Pansel Harus ‘Steril’

Terbit: 23 Januari 2026 | 18:30 WIB

MaduraExpose.com – Dinamika seleksi terbuka jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep memancing perhatian serius dari politisi kawakan sekaligus mantan anggota DPRD Sumenep, Ach Djoni Tunaidy. Sosok pengusaha sukses ini secara khusus mewanti-wanti agar Panitia Seleksi (Pansel) menjaga marwah proses rekrutmen dari cara-cara yang tidak terpuji.

Melalui akun media sosial resminya, Djoni Tunaidy menekankan bahwa kejujuran adalah harga mati dalam menjaring pimpinan birokrasi tertinggi di lingkungan Pemkab Sumenep.

“Penting sekali bagi Panitia Seleksi Sekda untuk menjalankan tugasnya dengan integritas yang tinggi. Kejujuran dalam setiap tahapan proses seleksi merupakan fondasi utama untuk mendapatkan pemimpin yang berkualitas,” tulis Djoni Tunaidy yang dikutip MaduraExpose.com atas seizinnya, Jumat (23/1/2026).

Dorong Kompetisi Sehat, Bukan Kepentingan Individu

Politisi yang dikenal kritis namun solutif ini berharap agar seluruh anggota Pansel bekerja secara objektif dan transparan demi membangun kepercayaan publik. Ia mendorong agar seleksi dilakukan melalui kompetisi terbaik antar kandidat.

“Semoga hasil seleksi nantinya benar-benar mencerminkan kompetensi terbaik yang ada, bukan untuk kepentingan individu semata. Bravo Sumenep!” pungkas Djoni dengan penuh optimisme.

Mundurnya Syahwan Effendi: ‘Imunisasi’ bagi Birokrasi

Pernyataan Djoni Tunaidy ini seolah menjadi penguat atas kejutan yang terjadi di internal Pemkab Sumenep. Sebelumnya, Syahwan Effendi secara mendadak mengundurkan diri dari posisi Ketua Pansel pada 14 Januari 2026. Langkah ini dinilai banyak pihak sebagai pengorbanan strategis demi menjaga sterilitas proses seleksi.

Kepada media, Syahwan yang juga Pj Sekda Sumenep ini menegaskan bahwa keputusannya adalah upaya “imunisasi” agar proses rekrutmen bebas dari tudingan intervensi.

“Saya memilih mundur supaya pansel lebih berintegritas, steril, dan objektif,” tegas Syahwan.

Standar Baru di Era Bupati Fauzi

Mundurnya figur internal dan dialihkannya kepemimpinan Pansel kepada pejabat BKD Provinsi Jawa Timur serta akademisi, mempertegas standar transparansi di bawah komando Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo.

Langkah berani ini memberikan tiga dampak positif bagi daerah:

  1. Legitimasi Kuat: Sekda terpilih nantinya dipastikan lolos dari “filter” eksternal yang netral.

  2. Kepercayaan Publik: Menunjukkan bahwa Pemkab Sumenep lebih mengedepankan kualitas daripada sekadar kecepatan administratif.

  3. Role Model di Madura: Sumenep kini menjadi rujukan daerah yang berani menarik keterlibatan ASN lokal secara total dalam pansel demi objektivitas.

Tahapan Seleksi Terus Berjalan

Kepala BKPSDM Sumenep, Benny Irawan, memastikan pendaftaran kembali dibuka mulai 19 Januari hingga 2 Februari 2026. “Pada 3 Februari akan kami umumkan siapa saja yang lolos seleksi administrasi. Semua persyaratan sudah kami cantumkan di website,” jelasnya.

Sinergi antara pengawasan kritis dari tokoh masyarakat seperti Djoni Tunaidy dan sikap profesional birokrat seperti Syahwan Effendi menjadi fondasi kokoh lahirnya Sekda yang berintegritas bagi masa depan Sumenep.

(Ferry Arbania/MaduraExpose)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Mimpi Buruk ‘Paman Sam’ di Tanah Persia: Mengapa Iran Sulit Ditaklukkan?

Terbit: 8 April 2026 | 04:00 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menyeret nama Iran ke pusaran spekulasi militer global. Di tengah “jurus mabuk” kebijakan luar…

Jari Netanyahu dan Nalar Sundar Pichai: Mengapa Algoritma Tak Bisa Dibodohi Narasi Receh?

Terbit: 20 Maret 2026 | 10:04 WIB Oleh: Redaksi Madura Expose Strategic PENGANTAR: DRAMA JARI VS LOGIKA DATA Dunia maya sedang gempar dengan hal-hal trivial. Media-media nasional bertransformasi menjadi “detektif…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *