Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

Sumenep (Madura Expose) – Pihak Polres Sumenep membantah tudingan Mahasiswa pengunjuk rasa yang menganggap telah menghalang-halangi aspirasi mereka, Kamis 20 Desember 2018.

Bantahan itu disampaikan melalui Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Mohammad Heri kepada awak media. Menurutnya, tidak benar kalau pihak Polres mencoba mengalang-halangi dan menciduk para peserta pengunjuk rasa yang mengatasnamakan aktivis GMNI di depan kantor Bupati Sumenep, Kamis (20/12/2018).

Heri juga mempertegas jika pihak Kepolisian tidak menciduk aktivis yang tengah menyampaikan aspirasi didepan kantor Pemkab Sumenep.

“Intinya, bukan di ciduk. Karena yg bersangkutan itu namanya unras itu kan ada mekanismenya. Ada pemberitahuan dahulu bagi polisi H-3 itu. Dan pasti tidak akan dihalang-halangi bahkan mau dikawal sampai selesai. Intinya bukan diciduk melainkan karena mereka lompat pagar dia ditengah jalan, kan membahayakan orang lain,”demikian Heri, Kasubag Humas Polres Sumenep kepada awak media.

Maskiyatun Korlap aksi GMNI Sumenep (Madura Expose)

Sebelumnya, Maskiyatun Korlap aksi saat dimintai keterangannya menyebut dari pihak Polres Sumenep terkesan adanya suatu pembungkaman bagi mahasiswa dalam menyampaikan beberapa aspirasinya.

“Secara tidak langsung, pihak kepolisian ini sudah membungkam aspirasi kami,” paparnya singkat. (ras/fer)

HotNews:  Serda M Supriyadi Komsos di Desa Galis Giligenting