Diperas Oknum Wartawan, Guru Sukwan Wadul Wabup

0
595
Ilustrasi pemerasan oknum wartawan (Screenshot Google)
Sampang, Maduraexpose.com- Wakil Bupati Sampang, Fadilah Budhiono mengaku menerima laporan dari salah satu guru sekolah dasar (SD) wilayah pedesaan yang menyatakan ada orang datang kesokalahnya dengan mengaku wartawan dan meminta uang senilai Rp 6 juta kepada salah satu guru yang statusnya Suka Relawan (Sukwan).

Menurut Fadilah, kejadian itu sudah dilaporkan ke dinas pendidikan (Disdik) agar segera ditindaklanjutin kesekolah yang menjadi target oknum tersebut. Bahkan Disdik meminta bantuan kapada orang orang terkait untuk melacak keberadaan orang yang mengaku wartawan tersebut.

“Saya paling benci ketika ada orang yang mengaku wartawan, tapi identitasnya serta medianya tidak jelas, karena itu akan mencedrai fitrah wartawan yang sesungguhnya,” papar Fadilah pada awak media, kamis (9/7/15).

Fadilah belum berani menyebutkan sekolah mana yang telah menjadi korban penipuan oknum wartawan abal abal tersebut, karena masih dilacak oleh dinas terkait. Jika nanti terbongkar, Fadilah berjanji akan memproses secara hukum

“Sementara ini saya tidak menyebutkan sekolahnya ya, nanti akan tahu sendiri jika oknum tersebut tertangkap tangan,” jelasnya.

Meskipun tidak menyebutkan sekolahnya, pria yang juga menjabat Kepala Badan Narkotika Kabupaten (BNK) itu sudah mengantongi nama pelaku, bahkan ia membongkar statusnya sebelum mengaku wartawan dan meminta uang senilai Rp 6 juta.

“Dia adalah udin asal Kecamatan Tambelangan, mengaku wartawan dari media online,” ungkapnya.

Sesuai laporan dari guru yang melaporkan, lanjut Fadilah menjelaskan, sebenaenya Udin bukan wartawan resmi yang di tunjuk oleh pimpinan perusahaan media, dia adalah mantan guru Suka Relawan (Sukwan) yang mengajar di salah satu sekolah SD di Kecamatan Tambelangan, akan tetapi, tiga tahun terakhir ia tidak pernah masuk tanpa keterangan kepada pihak sekolah. Namun tiba tiba datang ke sekola asalnya dan meminta uang kepada salah satu guru dengan modus punya jaringan melobi ke pusat untuk di angkat Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Nah kejadian itu meresahkan guru yang ada di sekolah tersebut, lantaran yang bersangkutan terus merayu agar uang yang diminta dikasih,” jelasnya.

Fadilah belum bisa memastikan apakah pelaku sudah mendapat uang yang diminta atau tidak, karena dalam laporan yang tertulis tidak tercantum. Akan tetapi, Pihak Disdik akan segara memanggil pelaku dan saksi dari guru untuk dipertanggung jawabkan.

(Ron/fer)