
Sumenep (Maduraexpose.com)- Rencana penyusunan Peraturan Daerah (Perda) Keris di Kabupaten Sumenep masih terus menjadi perhatian banyak kalangan.
Belakangan yang paling gencar menyuarakan pentingnya Perda Keris adalah Nurussalam, salah satu Anggota dewan dari Fraksi Gerindra DPRD Sumenep.
Mantan Ketua Komisi II bidang ekonomi ini menilai, Kabupaten Sumenep sebagi Kota tujuan wisata dengan ikon kerisnya perlu konsep jelas agar tidak terjadi hal dilematis yang membingungkan masyarakat.
“Ketika Sumenep menetapkan sebagai kota keris , maka branding kabupaten adalah keris. Pada tataran konsep pariwisata, orang dikatakan tidak berkunjung ke slSumenep apabila tidak bawa oleh-oleh keris. Sementara kita tidak mau disisi lain mereka dianggap melakukan pelanggaran hukum karena yang dibawa dianggap sebagai sajam,” kata Nurus Salam dalam keterangan tertulis dilansir Maduraexpose.com, Jumat 30 September 2022.
Mantan Kades yang kerap dipanggil Oyuk ini memandang pentingnya peraturan daerah yang khusus mengatur soal keris sebagai branding pariwisata di Kabupaten Sumenep.
“(Tanpa Perda) Maka antara rencana pengembangan Pariwisata dan aturan perundang- undangan yang lain terjadi paradoksi. jika Sumenep sebagai kota keris memiliki ada perda yang mengatur, misalnya setiap hari jum’at manis seluruh ASN dan yang di setarakan memakai baju adat plus ngagem keris,”imbuhnya.
“Maka akan ada kurang lebih 13.000 orang yang memakai keris, selanjutnya pesona Sumenep sebagai daerah yang masih punya keraton yang menjadi magnet wisatawan,” imbuh Oyuk menjelaskan lebih rinci.
Oyuk juga menyinggung soal potensi lain yang sangat prospek dikembangkan dan mampu mengangkat perekonomian masyarakat Sumenep.
“Kita punya ratusan pengrajin atau empu keris yang tersebar di Kabupaten Sumenep. Dari penelitian kurang lebih perputaran uang keris di Kabupaten Sumenep setiap tahun menyentuh angka 48 Miliar,” pungkasnya. (Ferry Arbania)

![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776314955/bprs-bhakti-sumekar-talkshow-inklusi-keuangan-syariah-2026_bwbizz.jpg)
![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose] Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776344589/konferensi-pers-polda-jatim-temuan-kokain-bugatti-sumenep-2026_ogblmd.jpg)
![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)
