Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURAEXPOSE.COM– Bantuan beras dari Dinas Sosial Pemprov Jatim sejak beberapa hari twrakhir masih menjadi trending topik terhambat di kalangan masyarakat penerima manfaat dari Pemprov.

terkait layanan PLT Sekdes Essur dalam pemberian mamfaat dari Provinsi Jatim, kepada warga desa guluk-guluk yang secara prosedural membuat penerima mamfaat kebingungan.

Puluhan warga yang hendak menebus beras tersebut pada awalnya ada yang ke Balai Desa dengan berjalan kaki sesampainya di balai puluhan Ibu-ibu ini terpaksa bertanta-tanya pada warga sekitar balai.

Sunami salah satu pemilik kupon pengambilan Bantuan Beras Bersubsidi dari Penprov tersebut mengaku bahwa dirinya harus panggil tukang ojek dengan biaya transportasi, Di tambah lagi dengan tebusan beras sebesar Rp 16000.

“Lebih pas nya itu dibalai mas, semua pelayanan terkait desa itu yang pas di lakukan di balai, kan kalau seperti ini yang biasanya saya jalan kaki kebalai, harus cari tukang ojek Rp 10 ribu”, cakapnya sambil mengusap keringat di wajahnya.

Keluhan ini juga sampaikan oleh beberapa warga desa yang juga ingin menebus beras tersebut. Dalam perbincangan yang semakin hangat, awak media mencoba untuk wawancara pada Sutrisno yang mejabat sebagai Camat Guluk-guluk.

“Ayo ayo mau wawancara apa”, sambil membuka manajernya.

Saat awak media mencoba bertanya kenapa di letakkan di rumah warga, mantan Camat Talangoh ini langsung melempartugaskan Sekcam untuk menjawabnya.

“Segala bentuk kegiatan saya sudah pasrahkan ke pak Sekcam”, dalih camat Sutrisno sambil batuk-batuk kecil.
(ras/fer)

HotNews:  Babinsa Koramil Saronggi, Ajak Warga Binaan Peduli Kebersihan Lingkungan