Demi Kesejahteraan Rakyat, LSM Minta Pemkab Segera Usir Investor Gililabak

Terbit: 14 Januari 2017 | 16:08 WIB

MADURAEXPOSE.COM–Kisruh pembangunan rumah penginapan di Pulau Gililabak mendapat kecaman keras dari Ketua LSM Penegak Pilar Bangsa (PPB) Edy Junaidi. Menurutnya, tidak semua persoalan yang menyangkut aset wisata Sumenep diserahkan kepada investor, mengingat kemampuan APBD Sumenep sangat memungkinkan untuk dikelola oleh pemerintah daerah.

“Kalau perlu usir saja investor yang membangun perumahan di pulau Gililabak itu. Saya dapat info katanya yang mengelola pengusaha dari Pamekasan. Kenapa ini tidak dikelola oleh pemerintah daerah atau setidaknya masyarakat pribumi,” kecam Edy Junaidi, Ketua LSM PPB usai dialog interaktif by phone di salah satu radio milik pemerintah, Sabtu (14/1/2017).

Edy menandaskan, kalau semua pengelolaan kekayaan alam maupun aset daerah seperti objek wisata diserahkan kepada investor tanpa regulasi yang jelas, pihaknya khawatir hanya akan menguntungkan bagi para pemilik modal yang dikhawatirkan akan mengeruk keuntungan sebesar-besarnya.

“Ketika itu terjadi, maka lagi-lagi yang jadi korban adalah masyarakat Sumenep. Apa iya, masyarakat kita di kepulauan hanya jadi buruh saja. Harusnya pemerintah daerah lebih bijak dengan memperioritaskan kepada masyarakat Sumenep sendiri, bukan memanja para investor secara berlebihan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sejak beberapa bulan terakhir, warga desa di Pulau Gililabak mengaku resah dengan adanya penginapan dengan tarif mewah. Bangunan itu diduga tidak mengatongi ijin dari dinas terkait. Persoalan tersebut akhirnya dilaporkan ke DPRD Sumenep untuk ditindak lanjuti. [Uud/dbs/Ferry]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *