Bandara Trunojoyo di Kabupaten Sumenep, Madura, bukan sekadar infrastruktur transportasi baru, melainkan sebuah saksi bisu perjalanan panjang pembangunan.
Meskipun baru diresmikan secara penuh oleh Presiden Joko Widodo pada 20 April 2022, bandara ini memiliki sejarah yang membentang lebih dari 50 tahun.
Dari lapangan terbang sederhana hingga menjadi pintu gerbang utama yang menghubungkan daratan Madura dengan dunia luar, perjalanan Bandara Trunojoyo adalah kisah tentang ketekunan dan visi untuk membuka keterisolasian wilayah.
Era Awal Pembangunan dan Penerbangan Perdana (1970-an)
Asal-usul Bandara Trunojoyo dimulai pada era 1970-an di bawah kepemimpinan Bupati Soemaroem. Pada saat itu, kebutuhan akan konektivitas udara mulai disadari untuk mendukung mobilitas masyarakat dan pemerintah.
Setelah bertahun-tahun pembangunan, sejarah mencatat sebuah momen penting pada Januari 1976, ketika pesawat Merpati Nusantara Airlines berhasil melakukan pendaratan pertama.
Ini menjadi tonggak bersejarah karena untuk pertama kalinya pesawat komersial mendarat di daratan Madura. Meski demikian, aktivitasnya masih terbatas dan sempat digunakan untuk penerbangan haji pada tahun 1979, sebelum kemudian stagnan selama beberapa dekade.
Transformasi dan Pengembangan Menuju Bandara Komersial
Perjalanan Bandara Trunojoyo memasuki babak baru pada tahun 2009, ketika pengelolaannya diserahkan kepada Kementerian Perhubungan. Peralihan ini menjadi titik balik yang signifikan. Pemerintah pusat mulai mengucurkan dana untuk mengembangkan infrastruktur bandara secara besar-besaran.
Pada 2010, landasan pacu diperpanjang dan diperlebar menjadi 1.600 meter x 30 meter, sebuah langkah krusial untuk mengakomodasi pesawat yang lebih besar.
Perkembangan ini membuahkan hasil pada 2015, ketika penerbangan komersial perintis kembali dibuka dengan maskapai Susi Air yang melayani rute Sumenep–Surabaya dan Sumenep–Jember.
Kemampuan bandara terus ditingkatkan hingga mampu melayani pesawat jenis ATR-72 pada tahun 2016, menandakan kesiapannya untuk melayani penerbangan komersial yang lebih luas.
Diresmikan Presiden dan Harapan Baru untuk Sumenep
Puncak dari seluruh upaya ini adalah peresmian Bandara Trunojoyo oleh Presiden Joko Widodo pada 20 April 2022. Peresmian ini bukan hanya sekadar seremoni, melainkan pengakuan resmi terhadap status Bandara Trunojoyo sebagai fasilitas vital yang siap dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Dengan gedung terminal baru seluas 3.600 m² dan fasilitas yang lebih modern, bandara ini diharapkan dapat:
- Membuka Keterisolasian: Memangkas waktu tempuh dari pulau-pulau terpencil di sekitar Madura yang sebelumnya butuh waktu berhari-hari dengan kapal.
- Meningkatkan Ekonomi dan Pariwisata: Membawa arus masuk wisatawan dan investor, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan memperkenalkan potensi pariwisata Sumenep.
Kini, Bandara Trunojoyo berdiri sebagai simbol kemajuan, menghubungkan Sumenep dengan dunia luar dan membuka lembaran baru bagi masa depan ekonomi dan sosial masyarakat Madura.


















