Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

Reporter: Ahmadi Mady
MADURAEXPOSE.COM–Penggunaan Dana Desa (DD) Desa Sentol Laok disoal banyak kalangan, karena anggaran yang dikeluarkan disinyalir melebihi kebutuhan belanja program, seperti pembangunan poskamling dan perbaikan gorong-gorong.

Seperti diberitakan sbeelumnya, pembuatan gorong-gorong di Dusun Tengginah, Jalan Timur Hasan dipersoalkan banyak kalangan, karena dana yang dicantumkan dipapan proyek diduga tidak sesuai dengan nilai operaional atau belanja barang yang dibutuhkan.

Beberapa warga desa setempat yang dihubungi MaduraExpose.com mengatakan, untuk pembuatan gorong-gorong sepanjang 4 meter dengan tinggi 1 meter dan lebar 1 meter hanya membutuhkan anggaran maksimal Rp 6 juta.

“Kalau gorong-gorong dengan volume seperti itu hanya butuh dana antara Rp 5-6 juta,” ungkap MD, salah satu warga yang dikonfirmasi MaduraExpose.com.

Sementara Kades setempat belum bisa dikonfirmasi dikantor atau balai desa. Begitu juga dengan sekdes sentol look. Namun konformasi via telpon sebelumnya dari Sekdes Subahri berdalih, bahwa besaran dana yang diambilkan dari dana desa (DD) itu sudah berdasarkan ketentuan.

“Itu sudah RAB nasional. Jadi itu sudah standar. Itu kena pajak,”ujar Subahri,Sekdes Sentol Laok berdalih saat dikonfirmasi melalui telpon genggamnya.

Untuk diketahui,pembuatan gorong-gorong di Dusun Tengginah, Desa Sentol Laok L, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep ditulis dalam papan proyek dengan panjang 4 meter dengan tinggi 1 meter dan lebar 1 meter. Anggaran yang dikuras dari DD sebesar Rp 11. 145. 100.00.

(ahm/fer)

HotNews:  Serka Juli Teguh, Babinsa Koramil Lenteng Gelar Komsos di DesaEllak Daya