MADURAEXPOS.com – Kepala Seksi Haji dan Umroh, Kantor Kementrian Agama, Sumenep, H Muh Rifa’i Hasyim mengatakan, calon jemaah haji (CJH) yang meninggal dunia tidak boleh diwariskan kepada sanak keluarganya, meskipun anaknya sendiri.
”Mulai tahun ini tidak ada sistem pergantian calon jemaah haji. Kalau uangnya mau ditarik tidak apa-apa, dan jika mau digantikan pada yang lain harus daftar baru,” katanya, Rabu, (10/5/2017).
Menurutnya, berdasarkan data yang diterima sebanyak 31 dari 513 CJH gagal menunaikan ibadah haji tahun 2017, satu diantaranya karena meninggal dunia. Sementara 30 CJH karena tidak melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) hingga batas yang ditetapkan ”Yang tidak melakukan pelunasan dipastikan tidak akan berangkat tahun ini,” terangnya.
Rata-rata kata Rifa’i mereka tidak melunasi BPIH karena faktor ekonomi, menunda keberangkatan karena ingin bersama dengan keluarganya. ”Ada alasan lain yang tidak bisa diutarakan,” ungkapnya.
Pihaknya mengimbau bagi CJH yang dipastikan berangkat tahun ini agar terus menjaga kesehatannya. Sehingga saat menjalankan ibadah rukun Islam kelima itu tidak tertanggu. (Boy/J88)

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM
HotNews:  YLBHI dkk Somasi Direktur Utama BPJS Kesehatan