MADURAEXPOSE.COM,JAKARTA–Rapimnas (Rapat Pimpinan Nasional) Soksi ala Akom, Ade Komarudin, yang berlangsung dengan keburu dan rasa individualnya itu sangat tampak sekali sehingga tudingan banyak pihak bahwa gawe bersekala nasional itu ternyata didominasi rasa irasional dan sentimental pribadi ini yang menyeruak di balik para undangan dan pidato pada saat pembukaan, Sabtu sore (9/9/2017).

Nuansa kultural dan ego sektoral pribadi Akom itu sudah dipertontonkan sejak jumpa pers, dia ajak hadir sosok Akbar Tanjung yang mantan Ketum PG (Partai Golkar) dan pini sepuhnya Kahmi.

” Ya itulah Rapimnasnya Akom ini rasa Kahmi, ” celetuk tokoh Soksi yang tidak kenan disebutkan namanya.

Perhelatan itu memang terasa sepah meski hadir dua mantan Ketum PG, Akbar Tanjung dan Aburizal Bakrie (Bung Ical) yang jago orasi itu.

Uniknya juga ada kejanggalan, atas tidak hadirnya tokoh penting yang sekaligus kunci penentu marwahnya acara tersebut, misalnya pihak Menkumham Yasona Laolly, Mendagri Tjahjo Kumolo dan Ketum Partai Golkar H. Setya Novanto yang tanpa diwakili siapa pun?

Rasa sepah Rapimnasnya ala Akom yang seakan makin terasa pahit di lidah ini lantaran tidak ada seorang berpengaruh formal itu membuka Rapimnas Soksi yang seharusnya membanggakan buat kader Soksi yang sekaligus *”performance”*di mata rakyat yang kini umumnya kini terbuka hatinya alias melek politik.

Akom memang agak kaku dan merasa paling benar, pada hal jika mawas diri terhadap Dualisme Soksi adalah faktual sejak dia ngotot dan memaksa diri di Munas IX Soksi di Bogor tahun 2010.

Akom oleh forum Munas saat itu secara mayoritas peserta tidak dikehendaki lantaran dinilai *”new comer’* yang bisa merusak proses kaderisasi di internal Soksi.

“Saya pimpinan sidangnya, Akom ditolak forum Munas waktu itu,” tegas Yonas Nussy, Ketua Depidar Soksi Papua yang ditemui terpisah.

Kemudian, lanjutnya, Munas Soksi dilanjutkan di Hotel Taman Safari dan memutuskan Rusli Zaenal Gubernur Riau selaku Ketum Soksi terpilih aklamasi oleh peserta Munas 2010.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

“Tetapi, pihak Akom menggunakan hak prerogatif sang pendiri Soksi maka terjadilah dualisme,” ungkap Ketua Soksi Papua itu lagi, dan diduga Akom beri sesuatu agar sang Pendiri Soksi beri mandat selaku Ketum Soksi pula.

Keberadaan Akom memang serba kontraversi, termasuk dalam urusan dukungan kepada Duetnya Jokowi dan JK dalam Pilpres 2014, dan yang dukung adalah Pendiri Soksi Prof. H. Soehardiman yang sempat ikut sosialisasi Jokowi di Surabaya tanpa Akom.

Termasuk urusan Munaslub Partai Golkar di Nusa Dua Bali tahun 2016, Akom maju melawan dengan segala cara kepada calon Ketum Golkar yang didukung barisan ARB ini.

Akom saat itu Ketua DPR RI sudah diingatkan oleh ARB agar tidak maju caketumnya PG, dan telah buat surat pernyataan di atas meterai untuk tidak ambisius maju berebut kursi Ketum PG.

Namun Akom, merasa barisannya kuat tapi kenyataannya keok, apalagi jagonya duluan dari Jatim ini kalah telak oleh H. Nyono Suharli Wihandoko yang Bupati Jombang itu dalam musda Golkar Jatim 2016.

Ya, suasana Munaslub Golkar bak geger kaleng kosong bagi Akom cs, ketika loyalisnya yang diduga Nofel Ketum Baladika Karya ini bikin *”hut trick”*tapi gagal dan diamankan aparat yang disiapkan Panpel Munaslub itu berlapis.

Kini terbaik dualisme Soksi itu selayaknya dibukakan jalan damai dengan satu pintunya para Tokoh Golkar dari jajaran Ketum Setya Novanto.

“Ya, sebaiknya berdamai. Jika tidak bisa damai maka biarkanlah dualisme Soksi ini berjalan di pilihan sikapnya masing-masing tanpa saling ngerusuhi.

Toh, soal dualisme sudah berjalan lama, hanya saja satu pihak terlanjur salah itu maka ingin buat gaduh dengan segala cara dan tanpa malu tapi diajak damai enggan. Aneh, ya,” celetuk Kader Soksi yang lain tap jeli ini.

Disebutkan pula, keberadaan Akbar Tanjung dan ARB ini diisukan berseberangan dengan pihak Setya Novanto dalam urusan nasibnya Golkar.

“Maklumlah, para tokoh Golkar itu kabarnya punya agenda khusus yang tersembunyi. Termasuk menyiapkan jurus untuk Pileg dan Pilpres 2019, berupa penguatan partai baru yang dianggapnya lebih menjanjikan,” pungkas Kader Soksi dari Jatim yang tak sedia disebut jati dirinya ini.

Dan sampai berita ini diturunkan, Akom sulit dihubungi lewat telepon genggamnya. (MA)