BPBD Sumenep “Bangun Bencana” di Desa Karang Sokon

Terbit: 20 Maret 2016 | 01:33 WIB

Sumenep, Madura Expose—Plengsengan sungai yang baru digarap oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep mendapat reaksi keras dari masyarakat Desa Karang Sokon, Kecamatan Guluk-Guluk, karena dinilai menjadi musibah besar bagi keberlangsungan tanaman pangan mereka.

Sejumlah masyarakat yang berhasil dihubungi Madura Expose mengaku sangat kecewa terhadap pengerjaan pelengsengan di desa mereka. Itu terjadi karena menurut masyarakat setempat, pihak BPBD Sumenep sama sekali tidak menggubris keinginan masyarakat.

“Kami sudah sampaikan kepada pihak yang mengerjakan proyek pelengsengan sungai itu supaya saluran irigasinya jangan dipersempit. Tapi nyatanya tidak dihiraukan oleh pihak BPBD hingga menyebabkan tanaman di sawah kami terancam rusak”, terang salah satu tokoh masyarakat yang juga pemilik sawah yang merasa dirugikan, saat berbincang dengan Madura Expose kemarin.

Keluhan masyarakat tersebut dibenarkan oleh tokoh masyarakat Desa Karang Sokon H.Hasan Abd Hamid yang juga mengaku kecewa dengan pihak BPBD Sumenep yang terkesan cuek dan seenaknya membangun plengsengan tanpa memperhatikan nasib petani di desa mereka.

“Dari awal plengsengan itu dibangun, masyarakat sudah meminta pihak BPBD tidak mempersempit saluran irigasi karena bisa mengganggu persawahan warga. Tapi nyatanya sampai detik ini tidak digubris”, terang H.M Hasan Abd Hamid kepada Madura Expose.
Plengsengan sungai di Desa Karang Sokon ini mendapat protes warga karena menghambat saluran irigasi pertanian. Foto: Ferry Arbania/Maduraexpose.com Plengsengan sungai di Desa Karang Sokon ini mendapat protes warga karena menghambat saluran irigasi pertanian. Foto: Ferry Arbania/Maduraexpose.com[/caption]

Sementara R.Syaiful Arifin, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiap Siagaan BPBD Sumenep dikonfirmasi hanya membalas singkat dengan kesan tidak serius.

“Maaf, sms baru dibuka ada yang bisa dikomunikasikan, trims”, jawabnya singkat melalui pesan singkatnya.
Namun sayangnya, Syaiful memilih bungkam, ketika diminta konfirmasi langsung terkait pengerjaan plengsengan sungai di Desa Karang Sokon.

Kesan cuek dan masa bodoh ditunjukkan Syaiful, ketika dirinya diminta tanggapan soal permintaan masyarakat pemilik sawah, yang mendesak pihak BPBD segera membongkar plengsengan yang dinilai asal-asalan. [M19/FER]

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

    Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

    10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

    Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *