Sumenep, Madura Expose—Plengsengan sungai yang baru digarap oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep mendapat reaksi keras dari masyarakat Desa Karang Sokon, Kecamatan Guluk-Guluk, karena dinilai menjadi musibah besar bagi keberlangsungan tanaman pangan mereka.

Sejumlah masyarakat yang berhasil dihubungi Madura Expose mengaku sangat kecewa terhadap pengerjaan pelengsengan di desa mereka. Itu terjadi karena menurut masyarakat setempat, pihak BPBD Sumenep sama sekali tidak menggubris keinginan masyarakat.

“Kami sudah sampaikan kepada pihak yang mengerjakan proyek pelengsengan sungai itu supaya saluran irigasinya jangan dipersempit. Tapi nyatanya tidak dihiraukan oleh pihak BPBD hingga menyebabkan tanaman di sawah kami terancam rusak”, terang salah satu tokoh masyarakat yang juga pemilik sawah yang merasa dirugikan, saat berbincang dengan Madura Expose kemarin.

Keluhan masyarakat tersebut dibenarkan oleh tokoh masyarakat Desa Karang Sokon H.Hasan Abd Hamid yang juga mengaku kecewa dengan pihak BPBD Sumenep yang terkesan cuek dan seenaknya membangun plengsengan tanpa memperhatikan nasib petani di desa mereka.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

“Dari awal plengsengan itu dibangun, masyarakat sudah meminta pihak BPBD tidak mempersempit saluran irigasi karena bisa mengganggu persawahan warga. Tapi nyatanya sampai detik ini tidak digubris”, terang H.M Hasan Abd Hamid kepada Madura Expose.
Plengsengan sungai di Desa Karang Sokon ini mendapat protes warga karena menghambat saluran irigasi pertanian. Foto: Ferry Arbania/Maduraexpose.com Plengsengan sungai di Desa Karang Sokon ini mendapat protes warga karena menghambat saluran irigasi pertanian. Foto: Ferry Arbania/Maduraexpose.com[/caption]

Sementara R.Syaiful Arifin, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiap Siagaan BPBD Sumenep dikonfirmasi hanya membalas singkat dengan kesan tidak serius.

“Maaf, sms baru dibuka ada yang bisa dikomunikasikan, trims”, jawabnya singkat melalui pesan singkatnya.
Namun sayangnya, Syaiful memilih bungkam, ketika diminta konfirmasi langsung terkait pengerjaan plengsengan sungai di Desa Karang Sokon.

Kesan cuek dan masa bodoh ditunjukkan Syaiful, ketika dirinya diminta tanggapan soal permintaan masyarakat pemilik sawah, yang mendesak pihak BPBD segera membongkar plengsengan yang dinilai asal-asalan. [M19/FER]