Dari kiri: HR. Agung Laksono, Ketua Umum Kosgoro 1957 dan Ir. Ali Wongso Sinaga, Ketua Umum Soksi (Kolase Redaksi)
Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

Inilah Jawaban & Kiatnya, 2 Tokoh Ormas Pendiri Golkar

Surabaya,Madura Expose
Panggung politik digelar terbuka oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) selaku penyelenggara Pemilu Serempak Tahun 2019, sejak itu setiap partai diperkenankan mendaftarkan para calegnya, termasuk calon anggota DPD di setiap daerah.

PG (Partai Golkar) pun tidak mau ketinggalan, meski calegnya memenuhi standar kesehatan dan administrasi KPU. Namun belumlah menjamin PG menang dalam Pileg 2019, apalagi diramalkan beberapa lembaga Survei secara Elektabilitas di angka 5-6% yang artinya akan tersisa separuh kursi di DPR dan DPRD -nya pada tahun 2019 dari perolehan Pileg 2014?

Hal itulah yang menggelayuti benak dari para pemikir dan pekerja handal tokoh-tokoh PG di tengah tantangan berat maupun persaingan tajam dengan partai lain yang sekaligus menghadapi dinamika internalnya ini, setelah formasi caleg (calon legislator) yang diajukan oleh pihak pimpinan di setiap lapisan struktural partai berlambang Beringin itu melibatkan Timsel (tim seleksi)nya dulu ini kemudian dibakukan sebagai DCT (Daftar Calon Tetap) setelah melewati tahapan
DCS (daftar calon sementara) oleh KPU terkait.

Nah, inilah 2 tokoh Ormas Pendiri Golkar, HR. Agung Laksono Ketua Umum Kosgoro 1957 dan Ir. Ali Wongso Sinaga Ketua Umum Soksi yang ditemui terpisah oleh wartawan, dia bicara blak-blakan tentang kiat dan jurus pemenangan PG di Pileg 2019 sebagai jawaban versinya atas persoalan-persoalan yang dirasakah PG selama beberapa tahun belakangan ini.

“Untuk capai kemenangan, atawa minimal PG tetap unggul di urutan partai ke 2 secara nasional ini.
Sepatutnya formasi Caleg Golkar harus punya nilai jual yang sifatnya plus dibanding partai lain,” ungkap Agung Laksono, saat di Surabaya.

Politisi gaek yang malang melintang di dunia legislatif dan eksekutif ini menegaskan, para caleg PG sepatutnya pula dilambari rasa optimisme dan kreatif untuk bisa memenangi caleg partai lain.

HotNews:  Serda M Supriyadi Komsos di Desa Galis Giligenting

Terutama, sambung Agung Laksono, Caleg PG kita itu punya nilai jual di mata rakyat. “Ya, minimal penampilan dan tutur wicaranya meyakinkan para calon pemilih,” ungkap Bung Agung, panggilan akrabnya.

Sedang Ali Wongso mengawali buka jurus tentang Kesetiakawanan Golkar dari sisi komunikasi dan konsolidasi. Untuk terjalinnya komunikasi sekaligus konsolidasi di internal PG ini, kata dia.

Untuk itu, lanjutnya, diperlukan rasa saling hargai dan mengutamakan kepentingan partai dalam mengaktualkan kepercayaan publik sehingga pecapaian target 110 – 117 kursi di DPR – RI akan terpenuhi, insyaa Allah.

“Jika Caleg PG berkomunikasi dengan rakyat ini janganlah sesekali umbar janji yang tidak masuk akal dan sulit direalisasi. Oleh karena itu berilah sentuhan maupun wawasan terkait isu atau persoalan yang terjadi di lingkungannya sehingga komunikasi timbal balik ini dimungkinkan merangsang munculnya nuansa simbiosis mutualisme,” papar Bung Awong, panggilan populernya melalui telpon.

Formasi dan penampilan setiap figur Calegnya PG, tambah Bung Agung, tentunya sudah memenuhi standar internal dulu yang secara akronim disebut PDLT.
“Ya bila loyalitas dan moralnya tidak tercela akan mengawali nilai jual sang Caleg Golkar itu,” tutur mantan Menkokesra di era Presiden SBY.

Namun, sambung Bung Agung, sang calon wakil rakyat ini benar- benar merakyat dan cair dengan para pemilihnya, ungkap dia, sembari jelaskan maksudnya cair itu adalah rasa komunikatif yang seperti dengan saudara kita sendiri dalam menyongsong kehidupan ini supaya ikatan rasa timbal baliknya tidak bersifat sementara saja.

Ketum Soksi, Ali Wongso Sinaga bersama Tokoh Soksi Anshari dan jajarannya itu, saat bhakti sosial dengan meresmikan percontohan pembibitan Lele kepada para pembudidayaan ikan untuk angkat sektor ekonomi kerakyatan lewat koperasi.

Menurut Bung Awong yang baru merayakan rasa syukur HUT-nya ini, bahwa dinamika caleg Golkar 2019 itu sangat berbeda dengan periode sebelumnya. Namun secara umum diperlukan kepekaan sosial, kemauan kerja keras dan semangat tinggi plus tangguh dalam meraih kemenangan dirinya di dapil masing-masing.

HotNews:  Babinsa Koramil Raas Giat Komsos Di Desa Guwa-Guwa

Uniknya, 2 tokoh ormas pendiri Golkar yang kini Partai Golkar itu mengungkapkan saran pamungkasnya yang sama untuk rajin berdoa selain usaha nyata betul.

“Para Caleg, pengurus PG dengan timsesnya itu diminta rajin berdoa pula kepada Allah Maha Kuasa saja, agar kemenangan sekaligus kesuksesan para Caleg dan PG kita ini DirakmatiNya, Amin,” tutur para tokoh itu.(Mas/ME.)