Lebih Dari Sekadar Bela Diri: Bedah Teknik Pencak Silat Militer Korem 084/BJ di Kodim 0827 Sumenep

oleh -463 Dilihat

SUMENEP, MaduraExpose.com – Prajurit TNI AD tidak hanya dituntut mahir dalam menggunakan senjata api, namun juga wajib memiliki kemampuan bertarung jarak dekat yang mematikan. Hal inilah yang menjadi inti dari kegiatan Asistensi Pencak Silat Militer yang digelar oleh Tim Korem 084/Bhaskara Jaya di Makodim 0827/Sumenep, Rabu (28/1/2026).

 


Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas formalitas, melainkan upaya standardisasi teknik bela diri praktis yang akan menjadi pegangan setiap prajurit di medan tugas.

Teknik Bertarung Jarak Dekat (Close Quarter Combat)

Dalam asistensi kali ini, tim instruktur dari Korem 084/BJ memberikan penekanan pada teknik-teknik Pencak Silat Militer yang telah dimodifikasi untuk kebutuhan pertempuran jarak dekat. Berbeda dengan silat prestasi atau seni, versi militer ini lebih menonjolkan efisiensi gerakan.

Beberapa materi inti yang diperdalam meliputi:

  • Teknik Kuncian dan Patahan: Gerakan cepat untuk melumpuhkan lawan dalam hitungan detik dengan menyasar titik-titik vital dan persendian.

  • Pertahanan Tanpa Senjata: Strategi menghadapi musuh yang menggunakan senjata tajam atau benda tumpul dalam situasi mendesak.

  • Serangan Mematikan: Penggunaan seluruh anggota tubuh—mulai dari siku, lutut, hingga telapak tangan—sebagai instrumen penghancur yang efektif.

Filosofi dan Disiplin Prajurit

Selain aspek fisik, asistensi ini juga bertujuan untuk memelihara nilai-nilai luhur pencak silat sebagai warisan budaya bangsa. Pencak Silat Militer memadukan ketangkasan lokal dengan kedisiplinan prajurit.

“Silat militer bukan tentang pamer kekuatan, melainkan tentang ketenangan dan ketepatan saat menghadapi ancaman. Prajurit harus mampu menguasai diri sebelum menguasai lawan,” ujar salah satu tim asistensi di sela-sela peragaan.

Meningkatkan Kepercayaan Diri Anggota

Dandim 0827/Sumenep melalui perwakilannya menyampaikan bahwa penguasaan bela diri ini sangat krusial bagi anggota, terutama Babinsa yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di wilayah kepulauan dan daratan. Dengan kemampuan bela diri yang mumpuni, kepercayaan diri prajurit dalam menjalankan tugas pengamanan wilayah akan meningkat drastis.

Asistensi ini diharapkan mampu menyeragamkan kemampuan bela diri di seluruh jajaran Korem 084/BJ, sehingga setiap prajurit Bhaskara Jaya memiliki standar kemampuan yang setara dan siap digerakkan kapan pun dibutuhkan.


Editor/Red: Ferry Arbania

Tentang Penulis: MADURA EXPOSE

Gambar Gravatar
www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

No More Posts Available.

No more pages to load.